Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Razia Polisi di Kediri: Tak Punya SIM, Pengendara Juga Tak Berhelm

16 November 2019, 12: 48: 17 WIB | editor : Adi Nugroho

satlantas polres kediri

BERSALAH : Kasatlantas AKP Indra Budi menanyai pelajar yang berkendara tak menggunakan helm saat razia di Mako Satlantas Polres Kediri Kota, kemarin sore. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Pelajar masih menjadi pelanggar ketertiban berlalu lintas terbanyak hingga saat ini. Ironisnya, para pelajar itu banyak yang melakukan pelanggaran ganda. Selain tak memiliki surat izin mengemudi (SIM), mereka juga tak mematuhi aturan berkendara lain seperti berhelm.

Hal itu seperti terlihat saat Satlantas Polres Kediri Kota menggelar razia di halaman Mako Satlantas di Jalan Brawijaya kemarin sore. Selama satu setengah jam polisi banyak menjaring pelanggar yang masih berstatus pelajar. Baik itu berupa tak memilik SIM, STNK, atau tidak berhelem.

Salah satu contohnya adalah Pu. Remaja 14 tahun ini tak memilik SIM. Selain itu dia nekat membonceng teman sesama pelajar SMP-nya dengan tidak menggunakan helm.

“Rumah saya jauh soalnya,” dalih AA, teman Pu yang ada diboncengan dan tak berhelm.

Pu pun beralasan serupa. Dia mengaku rumahnya jauh. Sementara, tidak ada yang bisa mengantarnya ke sekolah. Sehingga dia pun nekat mengendarai motor sendiri meskipun tak memiliki SIM.

Polisi pun tak mau kompromi. Pelajar SMP itu kemudian diarahkan menuju tempat petugas yang melakukan penilangan. Demikian pula dengan pengendara-pengendara lain yang juga tak mematuhi aturan.

Terkait fenomena seperti itu Kasatlantas AKP Indra Budi Wibowo menjelaskan bahwa semua alasan melanggar aturan tak bisa diterima. Jika memang belum waktunya memiliki SIM, pelajar tidak seharusnya mengendarai kendaraannya sendiri.

“Lebih baik menggunakan transportasi umum jika memang tidak ada keluarga yang lebih tua dan memiliki SIM untuk mengantar,” imbuhnya.

Indra menjelaskan bahwa kemarin sore dilakukan pemeriksaan atas kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (K2YD). Karena dari data yang diperoleh selama Operasi Zebra Semeru 2019 pada 23 Oktober hingga 5 November itu, pelanggar terbanyak didominasi oleh anak di bawah umur. Yang sebagian besar ditilang ketika sedang berangkat sekolah maupun saat pulang sekolah.

Bahkan, di Satlantas Polres Kediri Kota juga melakukan evaluasi harian. Mulai dari jumlah pelanggar yang ditilang, tingkat kecelakaan, hingga jenis pelanggaran apa saja yang terjadi.

“Setiap hari ada evaluasi, makanya kami adakan peningkatan kegiatan pemeriksaan. Sebetulnya sudah rutin. Namun dengan adanya peningkatan, akan dilakukan lebih banyak dalam satu harinya,” terang Indra.

Lelaki dengan pangkat balok tiga di pundaknya itu juga menjelaskan bahwa pelanggar dari para pelajar memang masih banyak. Bahkan dalam pemeriksaan kendaraan kemarin, Indra juga sempat menegur dua orang pelajar perempuan yang tidak memakai helm saat berkendara. Saat didatangi, ternyata juga tidak memiliki SIM. Indra menjelaskan bahwa seharusnya kalau memang tidak terburu-buru, bisa menggunakan kendaraan umum atau minta diantarkan. Karena memang keduanya belum memiliki SIM.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh sekitar 30 anggota Satlantas Polres Kediri Kota itu petugas mendapati ada ratusan pengendara sepeda motor yang melanggar aturan. Mulai dari tidak memiliki SIM maupun tidak membawa STNK.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia