Selasa, 21 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Features
Yang Berjaya dalam Anugerah Desa 2019 (4)

Ajak Studi Banding agar Peternak Melek Teknologi

16 November 2019, 12: 43: 02 WIB | editor : Adi Nugroho

desa inovatif

PRODUKTIF: Kades Imron mengamati sapi milik Yono. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

Share this          

Sebelumnya pekerjaan beternak hanya jadi sampingan bagi sebagian besar warga desa ini. Setelah dimotori pemerintah desa (pemdes) sektor peternakan itu menjadi pendongkrak penghasilan yang tak bisa diremehkan.

IQBAL SYAHRONI, Kabupaten JP Radar Kediri

Bila melintas di jalanan Desa Krandang, Kecamatan Kras, akan sering berpapasan dengan truk-truk kecil. Truk itu mengangkut hewan-hewan ternak di baknya. Dari bak yang terbuka itu kerap terlihat beberapa ekor sapi atau kambing yang terikat.

Tak sulit menebak bahwa hewan-hewan ternak itu berasal dari desa ini. Yang dibeli oleh pedagang dan dibawa ke pasar-pasar baik di wilayah Kabupaten Kediri maupun sekitarnya. Sebab, di desa ini memang terkenal sebagai sentra para peternak. Tak hanya sapi dan kambing, tapi juga ayam petelur hingga gurami.

Alasan itupula yang mengantarkan desa ini meraih penghargaan sebagai desa terbaik dalam kategori inovasi bidang pertanian. Pemerintah Desa (Pemdes) Krandang mampu mendorong warganya yang menjadi peternak meningkatkan kualitas peternakannya. Hingga menghasilkan peningkatan pendapatan.

Salah satu peternak yang merasakan hal itu adalah Yono, peternak dari Dusun Ngemplak. Di pekarangan Yono ada empat sapi peliharaannya. Saat didatangi Kades Imron, Kasi Kesra Rokhim, dan Kasi Perencanaan Arif, Yono terlihat tengah merawat sapinya yang gemuk-gemuk.

Empat ekor sapi yang sehat dan gemuk itu ditempatkan di kandang yang ada di halaman belakang. Yono terlihat mengelus-elus kepala sapi jantan tertua. Satu tangannya juga menyodorkan pakan kepada sapi tersebut.

“Ini sudah waktunya memberi makan sapi-sapi,” terang Yono.

Dari cerita Yono bisa diketahui besarnya peran pemdes, terutama sang kepala desa. Keberhasilannya sebagai peternak tak lepas dari serangkaian upaya pemdes meningkatkan kemampuan warganya. Mulai dari sosialisasi hingga pelatihan dia ikuti. Yang mampu meningkatkan keterampilannya beternak.

Di Desa Krandang, dalam beberapa tahun terakhir ini, pemdes menggiatkan upaya mensejahterakan warga melalui sektor peternakan. “Sudah dari dahulu sebenarnya, para warga sini (Krandang, Red) beternak sapi, ayam, kambing, gurami,” terang Kades Imron.

Ia menjelaskan, tujuan awalnya adalah untuk mengajak para peternak di Krandang. Agar sedikit demi sedikit mengubah pola perawatan hewan ternak. Dari yang tradisional menjadi modern. Mulai dari cara pemilahan pakan atau pencampuran pakan dengan protein semua sudah dilakukan. “Sedikit demi sedikit para peternak semakin banyak yang sudah bisa belajar dan mengikuti,” imbuh Imron.

Lelaki 55 tahun itu menjelaskan bahwa untuk pengenalan tidak langsung dapat mencakup seluruh peternak yang ada. Sebab, penduduk di desa ini terhitung 4 ribu jiwa lebih. Dari jumlah itu, 35 persennya adalah peternak. Sedangkan sisanya adalah petani.

Namun, para petani itu juga masih bisa dikaitkan dengan soal peternakan. Sebab, kebanyakan dari mereka juga memiliki pekerjaan sampingan. Yaitu memelihara hewan ternak.

“Di sini (Krandang, Red) memang awalnya pekerjaan sebagai peternak itu dirasa sebagai pekerjaan sampingan,” papar Imron.

Lelaki yang sudah memiliki empat cucu itu menjelaskan, untuk membantu meyakinkan para warga desa, sulit jika kalau hanya melalui mulut saja. Ia ingin memberikan bukti keuntungan yang diraih jika dalam berternak itu dapat menambah ekonomi warga.

Imron kemudian memetakan masalah apa yang dihadapi warganya yang peternak. Kemudian dia mengetahui bila warga selama ini kesulitan mendapatkan pinjaman modal. Juga sulit mencari lahan beternak.

Ada pula warganya yang berhenti beternak karena ternyata justru mengalami kerugian. Setelah menjual ternaknya dan dikurangi biaya pakan dan lainnya, ternyata justru defisit!

Pemdes kemudian mencoba mencari solusi hal itu. Mereka mengajak warganya untuk studi banding. Mendatangi desa lain yang peternakannya maju. Tak hanya di Kabupaten Kediri. Juga yang ada di Nganjuk atau Blitar. “Sudah beberapa tahun dilakukan, sembari berjalan terus,” imbuhnya.

Impian Imron adalah mengajak warga Krandang lebih melek teknologi. Bukan hanya dalam akses informasi saja, namun juga melek teknologi terhadap cara merawat ternak. Cara mengelola limbah pertanian agar menjadi pakan. Atau membuat konsentrat sendiri untuk pakan ternak. Dan itu akhirnya membuahkan hasil saat ini.  


(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia