Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Politik

CPNS Kediri: Verifikasi Berkas Tunggu 200 Pelamar

16 November 2019, 12: 25: 03 WIB | editor : Adi Nugroho

Lowongan CPNS Kediri

Lowongan CPNS Kediri (radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Kediri belum melakukan verifikasi berkas pelamar seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Tim verifikator menunggu jumlah pelamar mencapai ratusan orang terlebih dulu. Alasannya adalah untuk efektivitas  kerja.

Kepala BKPPD Kota Kediri Un Achmadi Nurdin mengatakan, di hari keempat kemarin (14/11), jumlah pelamar yang mengisi formulir sudah 248 orang. Hanya saja, dari jumlah itu, baru 76 pelamar yang sudah memasukkan formulir (submit). “Sisanya belum di-submit,” kata Un kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Dengan jumlah tersebut, dia mengaku, tim verifikator belum melakukan penelitian berkas. Sesuai hasil rapat tim, mereka baru melakukan verifikasi berkas setelah jumlah pelamar yang submit mencapai 200 orang. “Kalau sudah 200 berkas, baru kami verifikasi,” ujarnya.

Kebijakan itu menurut Un bukan tanpa alasan. Pihaknya mempertimbangkan efektivitas kerja tim verifikator. Dengan jumlah tim sebanyak 23 orang, setiap orang bisa menilai sekitar sembilan berkas. “Jadi lebih efektif seperti itu. Daripada satu orang satu berkas,” ungkap mantan kabag pemerintahan Pemkot Kediri ini.

Selama pendaftaran CPNS dibuka di website https://sscasn.bkn.go.id., Un mengatakan, pihaknya juga membuka pengaduan dan pertanyaan dari calon pelamar. Kemarin, ada sekitar 70 pertanyaan yang diajukan lewat help desk panitia seleksi CPNS di BKPPD.

Un mengatakan, pertanyaan paling banyak mengenai kesesuaian ijazah dengan posisi yang dilamar. Pasalnya, berdasar petunjuk teknis (juknis) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), latar belakang pendidikan harus linear dengan formasi yang dipilih. “Misalnya S1 hukum, melamarnya juga ke formasi yang berkaitan dengan hukum,” ujarnya.

Un memaklumi banyak pertanyaan mengenai persoalan tersebut. Sebab, andai saja meleset tidak linear, calon pelamar bisa dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) berkas administrasi.

Selain pertanyaan tersebut, lanjut Un, beberapa orang juga menanyakan pengisian data yang salah. Dari juknis, pelamar hanya boleh mendaftar satu kali untuk satu formasi. Karena itulah, setelah formulir dimasukkan, mereka tidak bisa mengulang mengisi data dari awal. “Jadi kami minta lebih teliti saat mengisi formulir. Ketentuan persyaratan harus dibaca dengan benar. Karena pendaftaran tidak bisa diulang,” terangnya.

Namun, tidak semua pertanyaan calon pelamar CPNS bisa dijawab tim help desk. Un mengatakan, ada beberapa pertanyaan yang perlu dikonsultasikan ke BKN. Misalnya tentang formasi teknik sipil. “Di formasi, ada konsentrasi khusus untuk teknik sipil. Contonya teknik sipil konstruksi. Sementara, ada pelamar yang konsentrasi di luar itu. Kami perlu tanyakan dulu ke BKN,” pungkasnya.

Sementara itu, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kediri mengatakan akan melakukan verifikasi berkas pendaftar CPNS. Menurut Kepala BKD Mohamad Solikin, buntuk pendaftaran sistem online seperti ini, mereka akan langsung melakukan verifikasi. “Besok (hari ini, Red) akan dilakukan verifikasi,” katanya.

Verifikasi tersebut sebagai langkah mengetahui apakah berkas yang diunggah pelamar sudah benar atau belum. Termasuk mengetahui jumlah pelamar yang masuk pada instansi yang dipilih.

Menurutnya, pada proses pendaftaran tahun ini tidak ada verifikasi berkas secara fisik. Karena semua sudah dilakukan melalui online. Untuk itu, Solikin berharap pelamar tidak ceroboh dalam mengunggah berkas. Apalagi waktu pendaftaran masih panjang. Dia berharap agar pelamar benar-benar membaca dan mengikuti semua ketentuan pada aplikasi pendaftaran.

“Membaca secara cermat pengumuman dan mengikuti semua ketentuan di dalam aplikasi pendaftaran,” ingatnya.

Meskipun demikian, pelamar bisa mengajukan sanggahan. Yaitu bila sistem menyatakan pelamar tidak lulus pemberkasan tetapi mereka yakin sudah mengirimkan dengan benar. Waktu sanggahan paling lama tiga hari setelah pengumuman hasil seleksi administrasi.  

“Sementara waktu tanggapan sanggah, dilakukan instansi untuk melakukan verifikasi kembali kesesuaian persyaratan,” jelasnya. Waktu penetapan keputusan sanggah paling lama tujuh hari setelah batas akhir pengajuan sanggah tersebut.

Solikin mengingatkan meskipun ada waktu sanggahan tak boleh membuat pelamar terlena. Sebab, tidak ada jaminan sanggahan pasti akan diterima. Sanggahan diterima bila terbukti kesalahan bukan berasal dari pelamar.  Bila yang melakukan kesalahan pelamar kesanggahan besar kemungkinan tak diterima. Selain itu, pada masa sanggah itu pelamar tak diberi kesempatan mengunggah ulang dokumen persyaratan bila ada kekeliruan.  Untuk itu ia tetap mengimbau peserta tetap cermat dalam setiap langkah saat melakukan pendaftaran. “Dari evaluasi tahun lalu, banyak yang masih tanya terkait persyaratan. Padahal sebenarnya ketentuan secara detil sudah ada di pengumuman,” jelasnya.

Terakhir, ia menegaskan, bahwa semua proses pendaftaran tidak dipungut biaya. Masyarakat tak boleh percaya dengan pihak manapun yang menawarkan hal yang bersinggungan dengan proses penerimaan CPNS.  

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia