Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Abaikan Alarm Perlintasan, Pengendara Motor Asal Sambi Terseret Kereta

15 November 2019, 18: 02: 26 WIB | editor : Adi Nugroho

kecelakaan kereta

RUSAK: Polisi saat melakukan olah TKP usai kecelakaan kereta kemarin. (POLSEK KRAS for radarkediri)

Share this          

KRAS, JP Radar Kediri - Ketika Budiono mencoba melintasi perlintasan rel kereta api itu, sejatinya early warning sudah berbunyi. Lampu warna merah pun sudah berkedap-kedip. Sayangnya, lelaki warga Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo itu tetap saja meneruskan upayanya. Teriakan warga yang memperingatkan bahwa ada kereta api melintas tak dihiraukan. Dia yang membonceng anaknya, Faris Salman, 13, tetap melajukan motor Honda  PCX-nya menyeberangi rel kereta api.

Tak pelak, insiden memilukan pun terjadi. Bodi belakang motor bernopol AG 6503 EAH itu tersenggol lokomotif kereta api Dhoho Penataran jurusan Surabaya – Malang. Membuat tubuh lelaki 53 tahun itu terpental sejauh dua meter. Jatuh di tepi rel kereta. Beruntung kejadian itu tak merenggut nyawanya.

“Korban Budiono selamat. Namun mengeluhkan pusing akibat kepalanya terbentur benda tumpul,” terang Kapolsek Kras AKP Ridwan Sahara, yang ditemui di lokasi kejadian.

Sayang, nasib lebih nahas diterima sang anak. Bocah ini terseret lokomotif hingga 10 meter. Tubuhnya baru terlepas setelah lokomotif menghentikan lajunya. “Tubuhnya kami dapati di tepi rel dalam kondisi sudah meninggal,” sambung Ridwan.

Kondisi Faris amat mengenaskan. Beberapa luka ada di beberapa bagian tubuhnya. Yang paling parah adalah luka di tengkuk dan di sekujur kaki. Tangannya juga lecet-lecet. Terlihat jelas luka yang diakibatkan gesekan antara tubuh bocah ini dengan tanah.

Kecelakaan tragis itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Informasi awal, saat itu Budiono baru saja menjemput pulang anaknya dari sekolah. Setelah itu mereka berniat mengunjungi salah satu kerabatnya yang tinggal di Desa Nyawangan, Kecamatan Kras.

Saat olah TKP, polisi belum bisa memastikan dari sekolah mana Faris. Sebab seragam yang dia kenakan sudah hancur tak berupa. Identitas sekolah pun tak bisa ditemui. Sementara, sang ayah belum bisa banyak diajak bicara karena mengeluhkan pusing. Sikap Budiono juga terlihat linglung.

Warga sekitar segera berdatangan ke lokasi kecelakaan. Sebagian dari mereka menghubungi Polsek Kras. Sebagian lagi berusaha memberi pertolongan. Terutama pada Budiono yang selamat.

Beberapa saat kemudian polisi datang ke lokasi. Mereka kemudian mengevakuasi tubuh korban. Kedua korban dilarikan ke Puskesmas Kras yang jaraknya sekitar 2 kilometer dari lokasi.

Selain mengakibatkan korban tewas dan luka, kecelakaan itu juga mengakibatkan motor yang dikendarai korban rusak parah. Bagian belakang kendaraan ringsek. Akibat benturan dengan bodi lokomotif. “Kami langsung amankan sepeda motor itu ke Mapolsek untuk kami jadikan sebagai barang bukti,” pungkas Ridwan.

Sementara itu, Humas Daops 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko menyayangkan kecelakaan tersebut. Menurutnya, pihaknya akan mengevaluasi semua perlintasan sebidang tanpa palang pintu di wilayah Kediri Raya. Ia menyebutkan masih ada puluhan perlintasan sebidang tanpa palang pintu.

“Kami, yang pasti, menyayangkan kesadaran masyarakat yang sangat rendah di perlintasan sebidang,” keluh Ixfan.

Ixfan menambahkan, pihaknya akan mengevaluasi seluruh perlintasan sebidang tanpa palang pintu. Dia menegaskan Daops 7 Madiun saat ini sudah melakukan sosialisasi kepada para pengguna jalan di perlintasan sebidang.

“Kami saat ini gencar mensosialisasikan pentingnya pengguna jalan di perlintasan sebidang. Dengan harapan menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia