Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Features
Yang Berjaya dalam Anugerah Desa 2019 (3)

Genjot PAD, Kembangkan Potensi Wisata Air

15 November 2019, 17: 44: 58 WIB | editor : Adi Nugroho

gronjong wariti mejono

MENANG: Plt Kades Mejono Mujito (tengah) menerima trofi dan plakat hadiah Anugerah Desa 2019, Selasa (12/11). (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Share this          

Pemerintah Desa (Pemdes)Mejono serius untuk mengoptimalkan potensi desa yang terpendam. Memanfaatkan sungai sebagai wisata andalan. Munculah wisata sungai Gronjong Wariti. Potensi wisata yang awalnya luput dari perhatian ini kini beromzet puluhan juta per bulan.

DWIYAN SETYA NUGRAHA, Kabupaten, JP Radar Kediri

Hujan deras mengguyur destinasi wisata Gronjong Wariti kemarin sore (14/11). Membuat suasan wisata air andalan Desa Mejono, Kecamatan Plemahan itu kian terasa segar.

“Wisata air ini (Gronjong Wariti, Red) terus kami kembangkan,” kata Plt Kades Mejono Mujito, saat ditemui di Balai Desa Mejono, kemarin.

Lokasi wisata yang baru saja menjadi terbaik kategori desa wisata dalam Anugerah Desa 2019 itu hanya berjarak 100 meter dari balai desa. Walaupun masuk ke dalam desa tapi tergolong strategis. Karena berada di dekat jalur Plemahan – Pare.

Menurut Mujito awalnya mereka tak menyangka bisa menjuarai Anugerah Desa. Apalagi mereka tergolong wisata yang baru. Sementara banyak desa-desa lain yang justru lebih lama mengembangkan potensi wisatanya.

Menurutnya, Gronjong Wariti lahir dari kolaborasi masyarakat dengan pemdes. Wisata alam yang di-launching pada 2017 ini semula kondisinya sangat memprihatinkan. Banyak sampah berserakan di area sepanjang sungai ini. Namun, berkat solidaritas beberapa warga sekitar, sungai ini pun bisa terselamatkan. Bahkan, kini bisa menjadi wisata air dengan potensi nilai ekonomis yang sangat menjanjikan.

“Dari wisata ini pun bisa menyerap ratusan tenaga kerja yang melibatkan warga sekitar,” terangnya.

Bayangkan saja, dalam satu bulan jumlah wisata yang mengunjungi lokasi ini mencapai sekitar 6 ribu pengunjung. Wisata alam yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Hapsari ini kini telah memiliki 80 karyawan. “Memang kami optimalkan potensi anak muda sebagai motor penggeraknya,” ujarnya kepada koran ini. 

Inovasi yang dijalankan Desa Mejono ini mampu menyelaraskan antara visi-misi Desa Mejono untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan melalui beberapa usaha kemandirian desa. “Tahapan ini akan terus kami kembangkan sejalan dengan perkembangan zaman,” imbuhnya.

Ke depan, masih kata Mujito, ada beberapa fokus yang menjadi target pengembangan wisata tersebut. Selain menambah wahana baru di sekitar area Gronjong Wariti, pihaknya akan membangun wisata baru yang terintegrasi dengan wisata air tersebut. Konsep itupun bukan tanpa alasan. Pria yang juga menjadi sekretaris desa ini berharap dapat meningkatkan perekonomian warga merata. “Ini sebagai ikhtiar kami untuk memeratakan perekonomian warga,” pungkasnya.

Secara terpisah, Riyadi, ketua pengelola Gronjong Wariti mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi penghargaan tersebut. Bahkan pria yang akrab disapa Ndarik GW ini ke depan akan menambah wahana baru untuk meningkatkan PAD Mejono.“Ini sebagai komitmen kami untuk meningkatkan perekonomian warga sekitar,” ujar pria yang juga pemilik usaha variasi mobil ini.

Lebih lanjut, Riyadi akan menyinergikan wisata Gronjong Wariti dengan wisata kuliner yang akan di kembangkan pada 2020 di Sumber Manten di Dusun Sumbermulyo ini. “Meski sudah ada kuliner di dalam wisata ini (Gronjong Wariti, Red) namun ke depan akan kami kembangkan wisata baru kuliner sebagai penyangga perekonomian di sekitar wisata,” tegasnya.  

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia