Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Uji Coba 7 Hari, Dishub Akan Evaluasi Penerapan Parkir Pararel

14 November 2019, 18: 33: 43 WIB | editor : Adi Nugroho

parkir jalan brawijaya

BERJAJAR: Deretan mobil parkir di Jalan Brawijaya. Di ruas jalan ini model parkir diganti menjadi pararel. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri akan mengevaluasi parkir pararel di Jalan Brawijaya. Karenanya, setelah tahap simulasi, mereka bakal melakukan uji coba selama tujuh hari. Begitu ada respons yang baik, dishub bakal menerapkan secara permanen.

Kepala Bidang (Kabid) Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dishub Kota Kediri Andi Arrafik mengatakan, simulasi parki parkir pararel dilaksanakan selama tiga hari. Dimulai Selasa kemarin (12/11). Simulasi akan berakhir hari ini (14/11). “Kalau waktunya mulai pagi sampai jam sepuluh (siang). Tapi kami imbau bisa 24 jam,” katanya.

Selama proses simulasi, kata Andi, pihaknya akan terus melakukan evaluasi. Mulai dari respons masyarakat sekitar dan pengguna jalan. Selain itu, dishub bersama forum lalu lintas Kota Kediri juga melihat perkembangan kepadatan lalu lintas di ruas jalan tersebut. “Semakin lancar atau tidak (dengan perubahan parkir pararel). Itu nanti kami pantau terus,” ungkap Andi.

Dari evaluasi simulasi tersebut, dishub akan melanjutkan ke tahap uji coba. Tahapan tersebut dimulai pada Jumat (15/11) sampai tujuh hari ke depan. “Kami terus evaluasi selama uji coba. Setelah itu, baru diterapkan secara permanen,” paparnya.

Karena menjadi permanen, dishub perlu menghapus marka parkir yang sekarang. Saat ini, marka berbentuk serong itu berjajar di sepanjang Jalan Brawijaya sepanjang sekitar 500 meter di sisi selatan. “Kami hapus dulu markanya. Supaya nanti tidak membingungkan pengguna parkir,” ungkap Andi.

Andi mengakui, pihak dishub belum mengalokasikan anggaran penghapusan marka parkir dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) 2020. Sehingga, paling cepat penghapusan marka baru dilaksanakan setelah perubahan anggaran keuangan (PAK) 2020.

Lebih jauh Andi mengatakan, selama ini Jalan Brawijaya menjadi salah satu titik kemacetan di Kota Kediri. Dengan lebar jalan sekitar 12 meter, di sisi selatan dimanfaatkan untuk parkir mobil. Akibatnya, bodi mobil memakan bahu jalan. “Akhirnya jalan menjadi sempit,” katanya.

Dari pengamatan dishub, lanjut dia, kepadatan lalu lintas terjadi di pagi hari. Selain kendaraan untuk mengantar pelajar di SD Santa Maria, di jalur ini juga banyak pertokoan dan perkantoran. “Jadi setiap pagi semua kendaraan bertemu di satu titik,” ujarnya menganalisa.

Selama ini dishub menerjukan sebanyak 35 personel setiap hari di jalan tersebut. Mereka bertugas mengarahkan pemilik kendaraan agar memarkir secara pararel. Itu sekaligus sosialisasi kepada semua pengguna jalan.

Sementara itu, dari evaluasi harian forum lalu lintas Kota Kediri, Selasa (12/11) dan Rabu (13/11), dilaporkan situasi parkir pukul 06.00-06.30 dikategorikan jarang. Kemudian pukul 06.30-07.00 terjadi peningkatan kendaraan di depan SD Santa Maria. Sekitar pukul 07.00-07.30, volume parkir bertambah. Setelah itu, sekitar pukul 07.30-08.00, dilaporkan parkir padat rapi.  

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia