Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Punya Sabu di Lapas, ‘Bonus’ Empat Tahun Penjara

14 November 2019, 18: 28: 49 WIB | editor : Adi Nugroho

sobirin sabu sabu

TUNGGU SIDANG : Sobirin berada di Ruang Cakra PN Kota Kediri, menunggu sidang kasusnya berlangsung, kemarin (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Seharusnya, Sobirin saat ini sudah bisa menghirup udara bebas.  Sebab, masa hukuman yang harus dia jalani akibat kasus penggelapan sudah tuntas Juli lalu. Sayang, pemuda asal Tulungagung ini justru terjerat kasus narkotika saat berada di lembaga pemasyarakatan (lapas). Kasus yang mengantarkan balik mendekam di penjara untuk waktu yang lama.

Kemarin, pemuda 32 tahun itu divonis empat tahun penjara. Vonis itu akibat kepemilikan sabu-sabu saat dia berada di lapas. Sobirin ditangkap polisi begitu melangkahkan kaki keluar dari gerbang Lapas Kelas I Kediri.

Sobirin masih beruntung. Karena vonis itu lebih ringan satu tahun dibanding tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Rendahnya putusan dari majelis hakim itulah yang membuat JPU Anggi Luberti masih pikir-pikir apakah banding atau tidak.

Sementara, usai mendapat vonis itu, Sobirin terlihat lesu. Dia hanya duduk terdiam saat mendengarkan putusan hakim di ruang Cakra PN Kota Kediri. “Saya menyesal dan tidak ingin diulangi lagi,” katanya kepada majelis hakim yang dipimpin oleh Sulistyo Dwi Putro.

Sobirin sebelumnya sudah dipenjara selama 2,5 tahun. Hukuman itu akibat menggelapkan sepeda motor seorang kenalannya di Tulungagung. Divonis bersalah oleh PN Tulungagung pada 2017 silam, bukannya kapok, Sobirin harus berurusan dengan hukum lagi karena kepemilikan sabu.

Untuk diketahui, Sobirin seharusnya sudah pulang ke rumah setelah masa menjadi narapidananya usai pada Juli 2019 lalu. Namun, setelah keluar dari Lapas Kediri, ia langsung digiring oleh anggota Satresnarkoba Polres Kediri Kota akibat kepemilikan sabu saat ia berada di dalam sel penjara.

Sobirin mengaku kepada penyidik bahwa memang ia mendapatkan sabu tersebut jauh sebelum ia diamankan Polres Tulungagung dengan kasus penggelapan sepeda motor. Ia membeli sabu tersebut pada Maret 2017 di Tulungagung. Sedangkan ia melakukan penggelapan sepeda motor pada Mei 2019.

Belum sempat menikmati seluruh sabu yang dibeli dengan berat 0.5 gram, Sobirin pun ditangkap dan diadili karena kasus penggelapan. Pada pertengahan Juni 2019, Sobirin tertangkap basah oleh petugas Lapas Kediri karena memiliki sabu. Sabu itu dikemas di plastik klip. Dengan berat 0,18 gram. Sabu tersebut ditemukan saat ada pemeriksaan rutin di Lapas.

Sobirin mengaku kepada petugas saat dilakukan penyelidikan bahwa ia mendapatkan sabu-sabu tersebut dari temannya, Untung. “Menurut pengakuannya (Sobirin, Red) kepada penyidik, sabu didapatkan dengan cara meminta tolong temannya melemparkan ke pojok belakang lapas,” ujar Kasubbag Humas Polres Kediri Kota AKP Kamsudi.

Kini, Sobirin harus kembali melanjutkan dan menikmati kehidupan empat tahun ke depannya di dalam lapas. Dia dijerat dengan Pasal 112 UU nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Usai vonis, dia dengan lunglai berjalan kembali ke ruang tahanan sementara PN Kota Kediri. Sembari menunggu mobil angkutan tahanan mengantarkannya ke rumah ‘masa depannya’ di Lapas Kediri.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia