Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Politik

CPNS di Kediri: Jumlah Pendaftar Baru 45 Orang

14 November 2019, 18: 16: 15 WIB | editor : Adi Nugroho

Lowongan CPNS Kediri

Lowongan CPNS Kediri (radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Jumlah pelamar seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kota Kediri masih sedikit. Di hari ketiga pendaftaran kemarin (13/11), baru masuk 45 berkas pelamar. Mayoritas mereka mendaftar untuk formasi tenaga kesehatan.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Kediri Un Achmadi Nurdin mengatakan, sebenarnya ada sekitar 161 pelamar yang sudah masuk ke portal https://sscasn.bkn.go.id. Namun, baru 45 orang yang memutuskan mengklik mendaftar. “Yang lain proses. Barangkali masih melengkapi dokumen atau mikir-mikir,” kata Un saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kediri kemarin.

Dari jumlah itu, kata dia, lebih dari separonya memilih formasi tenaga kesehatan. Untuk formasi lain merata di tenaga teknis. Sedangkan formasi disabilitas belum terisi. “Ini terpantau sore tadi (kemarin, Red) jam lima,” ungkapnya.

Dibanding daerah lain di eks-karesidenan Kediri, Un mengaku, jumlah pelamar di Kota Kediri paling sedikit. Pasalnya, di Kabupaten Tulungagung dan Trenggalek, jumlah pendaftarnya sudah mencapai ratusan. “Tadi kontak dengan teman-teman, kita masih paling minim,” katanya.

Untuk diketahui, jumlah alokasi formasi CPNS Kota Kediri 2019 sebanyak 147 formasi. Rinciannya, tenaga kesehatan sebanyak 101 formasi dan 43 formasi tenaga teknis. Sisanya, tiga formasi untuk disabilitas. Tidak seperti daerah lain, Kota Tahu tidak mendapat jatah formasi guru dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB). Padahal, berdasar pengalaman, formasi tersebut yang paling banyak diserbu pelamar.

Karena masih sedikit, Un mengatakan, pihaknya belum melakukan verifikasi berkas. Pihaknya akan menunggu jumlah pendaftar sampai beberapa hari ke depan. “Saat ini belum kita mulai untuk verifikasi. Tunggu banyak dulu,” kata mantan kabag pemerintahan Kota Kediri ini.

Rencananya, pendaftaran CPNS dibuka 11-26 November. Selama pendaftaran dibuka, Un mengatakan, tim verifikator Kota Kediri akan meneliti berkas pelamar. “Jadi kami kerjakan (verifikasi berkas) sambil jalan (pendaftaran),” ungkapnya.  

BKPPD sudah menunjuk sebanyak 23 orang verifikator. Selain dari BKPPD, tim terdiri dari dinas kesehatan (dinkes) dan dinas kependudukan dan catatan sipil (dispendukcapil).

Un menegaskan, pihaknya sudah membuat aturan untuk tim verifikator. Jadi selama penelitian berkas, pekerjaan dilarang dibawa pulang ke rumah. Verifikasi wajib dilakukan di kantor. “Kami sudah siapkan ruangan untuk verifikasi. Di salah satu ruangan di BKPPD,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, verifikasi akan dimulai pukul 08.00-13.00. Setelah jam pulang kerja, mereka akan menggelar rapat untuk mendiskusikan berkas yang sudah diteliti. “Berkas benar-benar harus dipastikan memenuhi syarat atau TMS (tidak memenuhi syarat),” ujarnya.

Sesuai petunjuk teknis (juknis) yang dikeluarkan Badan Kepegawaian Negara (BKN), pelamar wajib memenuhi semua ketentuan persyaratan. Apabila ada yang kurang atau tidak lengkap salah satu, mereka bisa tidak lolos verifikasi berkas. “Misalnya latar belakang pas foto harus merah. Kalau warna lain, bisa TMS,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia