Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Pilbup Kediri: Persaingan Rekom, Muncul Nama Anak Pramono Anung

14 November 2019, 18: 01: 47 WIB | editor : Adi Nugroho

Rekom PDI Perjuangan Kediri

Rekom PDI Perjuangan Kediri (radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Di antara partai politik (parpol) yang membuka penjaringan bakal calon bupati (bacabup), PDI Perjuangan yang paling banyak peminatnya. Karena itu, persaingan mendapatkan rekomendasi dari partai moncong putih ini juga bakal ketat. Selain tokoh-tokoh terkenal yang mendaftar, juga muncul sosok yang muncul dari atas. Seperti tersiarnya kabar ikut bersaingnya nama anak Pramono Anung di bursa bacabup partai ini.

Partai penguasa ini sejatinya telah menutup masa penjaringan bacabupnya. Khususnya yang dibuka oleh DPC PDIP Kabupaten Kediri. Bahkan, para pendaftar juga sudah melakukan fit and proper test. Total, ada 12 tokoh yang mendaftarkan diri lewat parpol ini. Baik yang melalui dewan pimpinan cabang maupun dewan pimpinan daerah (DPD).

Lalu, siapa yang akan terpilih dari nama-nama yang mendaftar itu? Sekretaris  DPC PDIP Kabupaten Kediri Dodi Purwanto, saat ini belum ada keputusan dari DPP partainya. Sehingga siapa yang akan ditugasi mengemban amanah itu juga belum diketahui.

“Saat ini masih menunggu rekomendasi dari DPP,” kilah Dodi.

Menurut Dodi, nama-nama yang bersaing memperebutkan rekomendasi dari partainya merupakan tokoh-tokoh publik yang punya magnet besar di masyarakat. Seperti Wakil Bupati Masykuri Ikhsan, mantan ketua KPU Kabupaten Kediri Sapta Andaruiswara, serta pasangan yang konon didukung mantan bupati Kediri dua periode Sutrisno, yaitu Mujahid-Eko Ediyono.

Belum lagi munculnya satu nama dalam beberapa waktu belakangan ini. Yaitu anak Sekretaris Kabinet Pramono Anung, yaitu Hanindhito Himawan Pramana. Sosok yang biasa dipanggil Ditho itu kabarnya akan ikut meramaikan bursa bacabup dari PDIP.

Benarkah? “Info yang saya dengar seperti itu,” aku Dodi saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kediri kemarin.

Munculnya nama Dhito secara tidak langsung membuat dinamika politik menjadi menarik. Apalagi beberapa waktu lalu sempat muncul beberapa orang yang mengenakan kaos dengan kata-kata dukungan bagi anak Pramono Anung itu.

Bagaimana tanggapan tokoh lain yang mendaftar di PDIP dengan fenomena hadirnya Ditho itu? Pasangan Mujahid-Eko Ediyono mengaku tak gentar. Meskipun, mereka juga menegaskan bakal memanfaatkan semua peluang. Termasuk dari partai lain.

Menurut Mujahid, dia akan memasuki parpol lain jika itu memang menguntungkan. "Itu akan mempermudah kami mendapat partai pengusung. Bagaimana kita bisa maju sebagai calon bupati," ungkapnya.

Ditanya terkait banyaknya kandidat kuat pada pilbup tahun depan, Mujahid tak menampik. Menurut Kepala Bakesbangpol Kabupaten Kediri ini hal itu justru itu akan membuatnya lebih semangat dalam berkompetisi. "Semakin banyak akan lebih baik. Tinggal menunggu masyarakat saja siapa yang dipandang menjadi yang terbaik akan dipilih," jelasnya.

Sebelumnya, terkait rekom dan peluang di internal partai PDIP, Mujahid tidak bisa memastikan bagaimana peluangnya. "Yang penting saya ikuti aturan sesuai partai. Rekomendasi adalah urusan internal," ungkapnya.

Sementara ini, untuk partai koalisi, telah ada tujuh partai yang kabarnya sepakat bergabung untuk mengusung bupati Kediri tahun depan. Partai itu adalah PKB, Nasdem, Gerindra, PPP, PKS, Demokrat, dan PAN. Sementara Golkar belum ada kabar terkait koalisi ini.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia