Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Polres Petakan Daerah Rawan di Pilkades

Panitia Desa Tembarak Coret Satu Kandidat

14 November 2019, 14: 54: 44 WIB | editor : Adi Nugroho

pilkades

VERIFIKASI: Panitia pilkades Tembarak memeriksa keabsahan dukungan yang disertakan oleh enam kandidat bacakades. Satu kandidat dengan dukungan terendah dieliminasi. (Dokumen Panitia Pilkades Tembarak for radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Polres Nganjuk tak ingin kecolongan dalam pemilihan kepala desa (pilkades) serentak tahap III, Selasa (26/11) nanti. Dua minggu jelang pelaksanaan, mereka sudah memetakan daerah yang rawan. Ratusan personel polisi akan diterjunkan untuk melakukan pengamanan.

          Kapolres Nganjuk AKBP Handono Subiakto mengungkapkan, Polres Nganjuk akan menerjunkan 700 personel. “Nanti ditambah bantuan satu peleton dari Polda Jatim dan satu peleton dari Brimob,” ujar Handono.

          Perwira asli Nganjuk ini menyebutkan, polisi akan memastikan pelaksanaan pilkades serentak tahap III nanti berlangsung aman. Karenanya, saat ini polres sudah melakukan pemetaan. Termasuk untuk mengetahui daerah rawan konflik di pilkades.

          Daerah mana saja yang jadi perhatian khusus Polres Nganjuk? Ditanya tentang daerah rawan konflik tersebut, Handono tidak menjelaskan secara detail. “Sejauh ini relatif kondusif,” elaknya.

          Sumber koran ini menyebutkan, dari belasan daerah yang melaksanakan pilkades serentak tahap III, Desa Pacewetan, Kecamatan Pace, termasuk jadi pantauan polisi. Sebab, saat penetapan calon kepala desa (cakades), sudah muncul protes dari salah satu kandidat yang dicoret. “Pacewetan nanti mendapat perhatian khusus,” ungkap sumber yang tak mau namanya dikorankan.

          Sementara itu, dalam penetapan cakades pada Minggu (10/11) lalu, panitia pilkades Desa Tembarak, Kertosono, harus mengeliminasi Sujono. Pasalnya, dari enam bakal cakades di sana, Sujono yang mendapatkan dukungan terendah. Yaitu 50 lembar foto kopi KTP. 

          Sekretaris Panitia Pilkades Desa Tembarak Santoso mengatakan, Sujono menyerahkan 308 lembar dukungan. “Setelah diverifikasi, jumlahnya menyusut jadi 50 orang. Dukungan yang dia dapat dobel ke cakades lain,” terang Santoso sembari menyebut lima cakades yang lolos adalah Semi Widodo, Johan Harmoko, Ivan Suhanda, Martono, dan Ugik Hendroyono.

          Ketua Panitia Pilkades Tembarak Sugeng Widodo menambahkan, pilkades di Tembarak berbeda dengan desa lain. Panitia menyiapkan panggung bagi cakades untuk berdebat menyampaikan program unggulannya.

Debat cakades di Tembarak, rencananya akan digelar di masa kampanye. “Kemampuan masing-masing cakades nanti akan dinilai masyarakat lewat program debat ini,” bebernya.

Sesuai rencana, debat akan digelar antara tanggal 20-22 November. Dia berharap semua cakades bisa tampil maksimal dalam debat. Terutama, membeberkan program-program mereka jika terpilih kelak. “Program yang disampaikan cakades saat debat nanti akan dicatat warga sebagai acuan kerja bila nanti terpilih,” tandasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia