Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Langgar Rambu Lalu Lintas, Tepergok Bawa LL

Terjadi Aksi Kejar-kejaran dengan Polisi

14 November 2019, 14: 46: 42 WIB | editor : Adi Nugroho

narkoba

CEK BARANG BUKTI: Kapolres Nganjuk AKBP Handono Subiakto (kiri) memeriksa mobil Toyota Avanza yang dikemudikan oleh Santoso, 23 (baju oranye, kanan) dalam rilis kasus narkoba di Mapolres Nganjuk, Senin (11/11) siang. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Kenekatan Santoso, 23, melanggar rambu lalu lintas di Jl Dr Soetomo, Kota Nganjuk, Minggu (10/11) sore berbuntut panjang. Pria asal Desa Ngadirejo, Tanjunganom itu harus mendekam di tahanan karena kedapatan membawa pil dobel L. Penangkapan pria bertato itu sempat diwarnai aksi kejar-kejaran di jalan protokol.

Kapolres Nganjuk AKBP Handono Subiakto mengatakan, kejadian bermula saat Santoso melanggar rambu dilarang melintas untuk kendaraan roda empat di Jl Dr Soetomo Nganjuk. Idealnya, dia harus memutar lewat alun-alun untuk bisa melewati perempatan Jl Ahmad Yani.

Melihat kenekatan Santoso yang saat itu mengendarai mobil Toyota Avanza bernopol AG 1918 VS, Brigadir Eko, anggota BM satlantas mendatangi untuk melakukan penindakan. Bukannya berhenti, Santoso nekat memacu mobilnya. “Akhirnya dikejar petugas,” ujar Handono dalam rilis kasus narkoba di Mapolres Nganjuk, Senin (11/11).

Aksi kejar-kejaran pun tidak terelakkan. Eko yang mengendarai sepeda motor mengejar Santoso ke arah Jl Yos Sudarso. Beberapa kali dia meminta agar pria yang rambutnya dicat cokelat itu untuk menepikan mobilnya. Tetapi, Santoso bergeming.

Peringatannya tak diindahkan, Eko langsung menyalip. Dengan sigap dia menghentikan motornya tepat di depan mobil Santoso. Aksi Eko itu berhasil menghentikan aksi kejar-kejaran yang terjadi sepanjang tiga kilometer itu. “Dihentikan di sekitar persimpangan menuju Jl Diponegoro,” lanjut Handono.

Saat dihentikan dan hendak diperiksa mobilnya, menurut Eko sempat ada perlawanan dari Santoso. “Langsung saya ambil kunci mobilnya,” sambung Eko yang kemarin mengikuti rilis.

Lebih jauh Eko menuturkan, sejatinya dia hanya akan menindak pelanggaran lalu lintas saja. Namun, karena Santoso kabur, ia justru curiga. Terlebih, Santoso sempat membuang tas kulit berwarna hitam. “Waktu saya geledah ternyata ada pil dobel L,” tutur Eko.

Dari dalam tas, Eko mendapati 176 butir pil dobel L. Setelah menemukan barang bukti tersebut, Eko langsung menghubungi anggota lainnya. Termasuk satresnarkoba. “Akhirnya kami melakukan pengembangan,” sambung Kasatresnarkoba Polres Nganjuk Iptu Pujo Santoso dalam rilis.

Dari pendalaman yang dilakukan polisi, Santoso diketahui sering menjual pil dobel L kepada TM, 17, tetangganya. TM yang masih berstatus pelajar itu menjual pil koplo temannya sesama pelajar.

Tak hanya jaringan di bawahnya, Santoso juga mengaku membeli pil koplo dari Setyo Widhy, 36, warga Desa Katerban, Baron. “Setyo alias Konyot itu mendapatkan pil dobel L dari Siwir yang saat ini sedang menjalani hukuman di LP Madiun,” terang Pujo.

Dari pengembangan tersebut, polisi mengamankan total 1.216 butir pil dobel L. Mereka juga menyita uang tunai Rp 1,36 juta yang diduga kuat merupakan hasil penjualan pil haram itu.

Untuk diketahui, dalam rilis kemarin total ada enam kasus dengan tujuh orang tersangka yang diungkap oleh petugas. Dari semua penangkapan tersebut, petugas mendapatkan sabu seberat 0,27 gram dan pil dobel L 21.238 butir.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia