Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Empat Nyawa Melayang Tertabrak Bus

Polisi Masih Dalami Laka Lantas di Kertosono

14 November 2019, 14: 30: 10 WIB | editor : Adi Nugroho

kecelakaan bus

RINGSEK: Kanitlaka Ipda Sugino mengecek kerusakan bus Sugeng Rahayu yang terlibat kecelakaan di Jl Nganjuk-Surabaya Desa Pagaran, Nganjuk. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Kecelakaan maut yang melibatkan bus terjadi di jalur Nganjuk-Surabaya pada waktu yang hampir bersamaan, Senin dini hari. Kecelakaan pertama terjadi di depan RSUD Kertosono, satunya di timur RM First President. Akibat kecelakaan tersebut, empat nyawa melayang.

Kanit Laka Satlantas Polres Nganjuk Ipda Sugino mengatakan, kecelakaan di Kertosono terjadi sekitar pukul 02.30. Kejadian bermula saat Untung, 56, pengendara becak motor (bentor) berjalan dari timur hendak berbelok ke utara. Kala itu, ia mengangkut penumpang M. Sugio, 37, yang akan menuju stasiun Kertosono.

Sayangnya, pengemudi bentor asal Desa Pandantoyo, Kertosono itu diduga tidak melihat arus kendaraan sebelum membanting ke kanan. Padahal, di belakangnya, melaju Hery Subiantoro, 39, yang mengendarai sepeda motor bernopol AG 4080 VO.

“Diduga karena kondisi lampu penerangan yang gelap, kecelakaan tidak terelakkan. Pengemudi motor dan bentor pun terjatuh semuanya,” ujar Gino kepada Jawa Pos Radar Nganjuk saat ditemui di ruangannya, Senin.

Nahas, dari arah timur melaju bus Sumber Selamat yang dikendarai Apep Nunuk, 32. Bus bernopol W 7076 UZ itu pun menghantam mereka. Hery dan Untung langsung meninggal dunia di lokasi. Sedangkan Sugio mengalami luka berat dan tidak sadarkan diri.

Tak sampai di situ, sepeda motor Hery sempat terseret di bodi depan bawah bus. Percikan api muncul saat bodi motor beradu dengan aspal. Akibatnya, motor langsung terbakar. “Sepeda motor itu sampai terseret sekitar 50 meter ke barat,” papar polisi kelahiran Sragen tersebut.

Dalam kecelakaan itu, Apep maupun 35 penumpangnya dinyatakan selamat. Mereka relatif tidak mengalami cedera. Hanya saja bagian depannya rusak. Bus akhirnya dibawa ke Satlantas Polres Nganjuk sembari menunggu penyelidikan lebih lanjut. “Kami akan melakukan pendalaman lagi. Saya masih perlu mengecek langsung kondisi jalan kalau malam hari seperti apa,” tandasnya.

Sementara itu, kecelakaan di jl Nganjuk-Surabaya di Desa Pagaran, Nganjuk bermula saat Yoyo, 48, mengemudikan truk dari arah barat. Saat berada di timur RM First President, Yoyo bermaksud untuk putar balik. Sayang, ia diduga kurang memperhatikan arus di sekitarnya.

Saat itu, dari arah yang sama melaju bus Sugeng Rahayu yang dikemudikan M. Mahfudz, 27, dengan kecepatan sekitar 80 kilometer/jam. Tak ayal, bus bernopol W 9799 UZ itu menabrak truk tepat di bagian tengah. Truk itu sampai terguling ke kiri.

Akibat benturan itu, Yoyo dinyatakan meninggal dunia setelah dilarikan ke RSUD Nganjuk. Sedangkan Muntaryo, 41, penumpang truk harus tewas di tempat kejadian perkara. “Dari 75 penumpang bus hanya satu yang mengalami luka ringan. Itu pun tidak sampai di rawat,” tandas Gino.

Benturan keras antara bus dan truk membuat bodi depan bus ringsek. Terutama, bagian depan bawah. Sedangkan truk penyok di bagian bak dan kabin sisi kanan.

Gino mengaku bahwa posisi truk kurang menguntungkan. Lantaran kurang memperhatikan arus kendaraan lainnya. Terlebih, pihaknya menemukan bekas pengereman oleh bus sebelum tabrakan terjadi.

(rk/die/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia