Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Politik

13 Formasi untuk Penyandang Disabilitas

Yang Memakai Kursi Roda Tidak Bisa Melamar

14 November 2019, 13: 34: 21 WIB | editor : Adi Nugroho

13 Formasi untuk Penyandang Disabilitas

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Pemkab Nganjuk mengumumkan formasi sekaligus pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) pagi ini. Dari total 646 formasi yang didapat Kota Angin, sebanyak 498 di antaranya untuk guru. Termasuk 13 formasi untuk penyandang disabilitas di dalamnya.

          Selain formasi guru, ada pula 117 formasi tenaga kesehatan dan 31 formasi tenaga teknis. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Nganjuk Sopingi mengungkapkan, formasi tersebut sudah final. Dari semua formasi yang tersedia, guru kelas dengan kualifikasi pendidikan strata satu (S1) PGSD mendapat porsi paling banyak. Yaitu, 328 formasi.

 “Untuk lowongan guru kelas dirangkap dua. Yakni formasi umum dan khusus penyandang disabilitas,” ujar Sopingi tentang adanya 13 formasi untuk penyandang disabilitas tersebut. Otomatis 315 formasi lainnya untuk umum.

Alokasi 13 formasi untuk penyandang disabilitas ini menurut Sopingi sesuai dengan aturan Permenpan RB No. 23/2019 tentang kriteria penetapan kebutuhan PNS dan pelaksanaan seleksi calon PNS 2019. Di sana disebutkan jika formasi untuk penyandang disabilitas sebesar dua persen dari total formasi yang ditetapkan.

Sopingi menjelaskan, awalnya formasi khusus disabilitas ini tidak hanya untuk guru. Namun, disebar ke bagian teknis. Tetapi, setelah dilakukan kajian, diputuskan formasi disabilitas untuk mengisi guru kelas.

Mereka yang mendaftar formasi khusus ini diwajibkan melampirkan surat keterangan dari dokter rumah sakit atau puskesmas. “Untuk mengetahui jenis dan derajat disabilitasnya,” urai Sopingi.

Sesuai yang tertera dalam pengumuman, tidak semua penyandang disabilitas bisa mendaftar seleksi CPNS. Mereka harus memenuhi sejumlah syarat yang ditetapkan. Di antaranya, mampu melaksanakan tugas mengajar, mengetik, menganalisa, menyampaikan buah pikiran dan berdiskusi.

Tidak hanya itu, pelamar juga mampu melihat, mendengar dan berbicara dengan baik. Selanjutnya, pelamar bisa melaksanakan tugas kedinasan bila diterima sebagai CPNS di Pemkab Nganjuk. “(Pelamar, Red) boleh memakai alat bantu, kecuali kursi roda. Biar geraknya tidak terbatas,” imbuh Kabid Pengadaan dan Mutasi BKD Nganjuk Agus Heri Widodo.

Lebih jauh Agus menjelaskan, pelamar untuk formasi disabilitas ini khusus untuk penyandang tuna daksa ringan. “Jadi mereka masih bisa menulis, mengajar, dan berkomunikasi dengan baik,” tegasnya.

Dalam proses seleksi nanti, menurut Agus pelamar formasi disabilitas juga wajib hadir secara langsung. Hal itu untuk memastikan kesesuaian formasi dengan jenis dan derajat kedisabilitasannya sebelum diumumkan. “Tidak boleh diwakilkan,” ungkap Agus mengingatkan.

Untuk diketahui, sebanyak 498 formasi guru terdiri dari beberapa jabatan. Selain 315 guru kelas, ada 56 guru agama Islam, 86 guru penjaskesorkes. Kemudian, 17 guru bahasa Indonesia, enam guru bimbingan konseling, dua guru PPKN, serta tiga pamong belajar.

Selanjutnya, 117 formasi kesehatan juga dibagi untuk sejumlah jabatan, paling banyak atau 29 formasi untuk perawat terampil. Formasi bidan terampil di urutan kedua sebanyak 21 formasi. Masing-masing 10 formasi untuk asisten apoteker dan pranata laboratorium.

Adapun 47 formasi lainnya untuk apoteker, dokter, nutrisionis ahli pertama, dokter gigi, penyuluh kesehatan masyarakat. Selanjutnya, perawat ahli pertama, perawat gigi, perekam medis, radiografer, sanitarian, hingga teknisi elektromedis.

Terakhir, formasi tenaga teknis untuk total 16 jabatan. Masing-masing satu formasi untuk 12 analis, dua formasi auditor ahli pertama, tiga formasi pengelola pengadaan barang dan jasa. Serta, masing-masing satu formasi untuk fasilitator kewirausahaan dan fasilitator promosi.

(rk/die/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia