Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Pabrik Kayu Dilalap Api

Pemilik Klaim Merugi Hingga Rp 150 Juta

14 November 2019, 13: 26: 10 WIB | editor : Adi Nugroho

kebakaran

PEMBASAHAN: PMK Nganjuk sedang memastikan tidak ada api yang masih menyala di pabrik penggergajian kayu Desa Patranrejo, Berbek,Minggu (10/11). (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

BERBEK, JP Radar Nganjuk - Pabrik penggergajian kayu milik Samidi, 46, di Jl Lurah Karto Prawiro Desa Patranrejo, Berbek dilalap api. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian diperkirakan mencapai Rp 150 juta.

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Nganjuk, kebakaran diketahui warga sekitar pukul 13.00. Kejadian itu langsung dilaporkan ke Polsek Berbek. Selanjutnya, diteruskan ke petugas memadamkan kebakaran (PMK) Nganjuk.

Ruangan yang dilalap si jago merah berada di sektor belakang pabrik. Ruangan tersebut memang digunakan untuk tempat penggergajian kayu gelondongan menjadi berbagai ukuran. “Area yang terbakar sekitar 7x8 meter,” ujar Kasatpol PP Nganjuk Abdul Wakid kepada koran ini.

Berdasarkan keterangan PMK, kobaran api memang cukup besar. Terlebih di ruangan itu material kayu relatif banyak. Baik kayu jati yang masih gelondongan maupun yang telah dipotong-potong. Tak ayal, api pun dengan ganas mengamuk di dalam ruangan.

“Kami mengerahkan dua armada untuk memadamkan api yang ada di sana,” imbuh Wakid. Bahkan, untuk pemadaman dan pembasahan, satu armada sampai harus mengisi ulang tangkinya. Sehingga total menghabiskan tiga tangki. Sekitar pukul 15.30, pembasahan terakhir dilakukan dan dipastikan tidak ada lagi api yang masih menyala.

Hampir semua kayu jati yang ada di ruangan itu terbakar. Bahkan, kobaran api tak hanya melalap tumpukan kayu di sana. Atap dan belandar ruangan itu ikut hancur. Selain itu, sebuah mesin gergaji dan diesel rusak diamuk si jago merah.

Terkait penyebab penyebab kebakaran, Wakid berujar hal tersebut masih belum dapat dipastikan. “Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak terkait,” akunya.

Untuk diketahui, saat kebakaran pabrik sedang tidak ada aktivitas pekerjaan. Sebab, semua pekerja sedang libur. Saat kebakaran terjadi, Samidi juga tidak berada di lokasi. Baru ketika dikabari pihak Polsek Berbek, ia bergegas melihat keadaan pabriknya tersebut.

“Saya pagi masih di sini. Sekitar pukul 10.00 saya baru meninggalkan pabrik karena ada urusan,” terang Samidi kepada koran ini saat ditemui di lokasi.

Melihat kondisi salah satu area di habis pabriknya terbakar, Samidi mengaku mayoritas kayu dan mesin gergaji di sana sudah tidak lagi dapat digunakan. Kerugian material itu sudah terbayang di depan mata.

Menurut perkiraan Samidi, kerugian yang dideritanya pun mencapai Rp 150 juta. “Nilai kayunya yang terbakar saja sudah lebih dari Rp 100 juta. Belum lagi satu set mesin gergaji yang rusak,” klaimnya.

 Meski Samidi menderita kerugian material, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut. Baik dari warga sekitar maupun petugas semuanya selamat.

(rk/die/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia