Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Proyek Molor Terancam Diputus Kontrak

Tahap II Diusulkan Rp 29 Miliar

14 November 2019, 13: 17: 12 WIB | editor : Adi Nugroho

pasar kertosono

GARAP STRUKTUR: Sejumlah pekerja melakukan pemasangan rangka besi untuk persiapan pengecoran di bagian depan proyek Pasar Kertosono. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Waktu realisasi proyek di Kabupaten Nganjuk tinggal kurang dari 60 hari. Karenanya, dewan mendorong agar rekanan mengebut realisasinya. Jika ada proyek yang molor, mereka bisa diberi sanksi dengan diputus kontrak.

          Hal itu diungkapkan Ketua DPRD Nganjuk Tatit Heru Tjahjono. Dia meminta agar semua proyek yang dikerjakan akhir tahun ini dimaksimalkan. “Kami minta eksekutif bisa menyelesaikan semua kegiatan proyek fisik tepat waktu. Bila perlu mulai saat ini dilembur” ujarnya.

          Jika ada pengerjaan proyek yang tidak tepat waktu, Tatit meminta pemkab bersikap tegas. Yaitu, dengan melakukan putus kontrak terhadap rekanan. “Kalau sudah seperti itu dibayar sesuai dengan yang sudah dikerjakan,” lanjutnya.

          Untuk diketahui, hingga minggu kedua November ini ada sejumlah proyek yang masih dalam proses pengerjaan. Mulai proyek jembatan, plengsengan, pembangunan taman, dan pasar. Termasuk pembangunan Pasar Kertosono.

          Politisi dari PDI Perjuangan ini berharap tidak ada rekanan yang diputus kontrak. Sebab, jika itu terjadi otomatis masyarakt yang dirugikan. “Untuk memastikan progres proyek nanti komisi terkait akan melakukan peninjauan,” tegas Tatit sembari menyebut semua proyek harus selesai pada 25 Desember nanti.

          Pantauan koran ini di proyek Pasar Kertosono, rekanan sudah mulai melakukan pengecoran untuk pembuatan struktur. Terutama untuk bangunan di bagian belakang. Adapun di bagian depan, sejumlah pekerja terlihat menuntaskan pemasangan rangka besi untuk persiapan pengecoran.

          Terpisah, Wakil Ketua Komisi III Fauzi Irwana menjelaskan, kelanjutan proyek pasar Kertosono tahun depan, akan dibahas dalam rapat kebijakan umum anggaran, prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) 2020, hari ini. Sesuai usulan eksekutif, pembangunan lanjutan pasar diusulkan Rp 29 miliar. “Itu (anggaran, Red) dirancang sampai finishing,” terang politisi dari partai Demokrat ini.

          Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Agoes Soebagijo yang dikonfirmasi tentang masih adanya beberapa proyek fisik yang pengerjaannya belum tuntas menjelaskan, pemkab terus melakukan evaluasi secara berkala. “Serapan OPD (organisasi perangkat daerah) kami evaluasi terus menerus agar bisa maksimal. Termasuk realisasi proyek fisik,” ujar Agoes.

          Meski masih ada beberapa proyek yang belum tuntas, dia optimistis rekanan bisa menyelesaikan sesuai kontrak. Jika nanti ada proyek yang realisasinya tak sesuai target, pemkab akan bersikap tegas. “Akan diputus kontrak. Pemkab membayar volume pekerjaan yang sudah terealisasi,” tandasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia