Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal
PERISTIWA

Meninggal Mendadak usai Salat Isya

14 November 2019, 12: 08: 46 WIB | editor : Adi Nugroho

meninggal dunia

OLAH TKP: Polisi mengecek jenazah Lutfianto, 55, di masjid Winong, Kelurahan Ploso, Nganjuk, Kamis (7/11) malam. (Dokumen Polres Nganjuk for radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Jamaah salat Isya di masjid Lingkungan Winong, Kelurahan Ploso, Kota Nganjuk, Kamis (7/11) malam lalu geger. Pasalnya, Lutfianto, 55, salah satu jamaah didapati meninggal usai salat. Diduga dia tewas akibat penyakit jantung yang dideritanya. Kasubbag Humas Polres Nganjuk AKP Sudarman mengatakan, awalnya Lutfianto mengikuti salat Isya bersama jamaah lainnya. Pria asal Kelurahan Karangpoh, Kecamatan/KabupatenGresik itu mengikuti salat hingga selesai.

Namun, saat hendak keluar masjid usai salat, dia terlihat tidak sehat. Menurut keterangan beberapa perempuan yang juga ikut salat berjamaah, Lutfianto terlihat berjalan sempoyongan. “Korban berjalan sembari bersandar di dinding masjid,” ujar Sudarman.

Masih menurut penuturan para saksi, Lutfianto berjalan menuju ke arah makam keluarga di kompleks masjid tersebut. “Kebetulan di kompleks masjid terdapat makam keluarga. Letaknya bersebelahan dengan masjid,” lanjut perwira dengan pangkat tiga balok di pundak itu.

Sesampainya di depan makam keluarga, Lutfianto yang awalnya berjalan sempoyongan lantas terduduk. Pada saat itu, kondisinya semakin mencurigakan. Ia menunjukkan gejala selayaknya orang yang sesak nafas.

Beberapa jamaah pun mulai mendatangi Lutfianto. Saat itu Lutfianto sudah dalam keadaan terbaring  tak sadarkan diri di depan makam. Jamaah yang khawatir dan panik akhirnya memutuskan untuk memanggil bidan setempat.

“Saat diperiksa oleh bidan tersebut, yang bersangkutan (Lutfianto, Red) diduga sudah dalam keadaan meninggal dunia,” tutur Sudarman.

Kejadian itu langsung dilaporkan kepada Polsek Nganjuk. Sesampainya di lokasi kejadian, petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tak berselang lama, mereka membawa jenazah menuju RS Bhayangkara.

Di sana, jenazah Lutfianto dilakukan serangkaian pemeriksaan. “Dari hasil pemeriksaan oleh dokter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Ada riwayat penyakit jantung,” tandas Sudarman.

Untuk diketahui, dari saku celana Lutfianto ditemukan sebuah dompet kulit berwarna hitam berisi uang tunai sebesar Rp 340 ribu. Selain itu, petugas juga menemukan sebungkus rokok merek Sampoerna kretek yang berisi sembilan batang.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia