Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Ingin Jadi Guru PNS? Daftar ke Kabupaten Kediri

Pendaftar Bisa Lintas Wilayah

13 November 2019, 18: 34: 03 WIB | editor : Adi Nugroho

Lowongan CPNS Kediri

Lowongan CPNS Kediri (radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri - Para sarjana pendidikan yang ingin menjadi guru dengan status pegawai negeri sipil (PNS) di Kediri harus mengarahkan pendaftarannya ke kabupaten. Sebab, dari 147 formasi yang didapatkan Kota Kediri dalam seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun ini, tidak ada satu pun jatah untuk guru. Berbeda dengan Kabupaten Kediri yang mendapat 430 formasi.

Hal itu dipastikan setelah ada pengumuman resmi lewat website, media sosial (medsos), maupun media massa kemarin. “Formasi itulah yang kami dapatkan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB),” ujar Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Kediri Un Achmad Nurdin kepada Jawa Pos Radar Kediri kemarin. Dia mengaku mengunggah pengumuman lewat website dan medsos sejak pukul 20.00 Senin malam (11/11).

Un mengungkapkan, sebenarnya, untuk guru ada 151 formasi yang diusulkan oleh BKPPD. Sebanyak 21 di antaranya dari rekrutmen CPNS kali ini. Yang lain dari rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Akan tetapi, rekrutmen PPPK pun belum dibuka tahun ini.

Makanya formasi guru yang dibutuhkan belum bisa terisi tahun ini. “Kami (BKPPD, Red) hanya berwenang mengusulkan. Keputusannya ada di tangan Pemerintah Pusat,” kata Un.

Meski demikian, pihaknya berharap formasi guru di Kota Kediri bisa turun untuk seleksi CPNS tahun depan. “Ada kemungkinan jika tahun ini tidak turun, seleksi berikutnya bisa dibuka,” harap mantan kabag pemerintahan ini.

Ini berbeda dengan Kabupaten Kediri. Jatah guru justru paling banyak dalam rekrutmen CPNS tahun ini. Yakni, 430 dari total 690 formasi yang turun dari pusat. Sebanyak 423 adalah guru dengan formasi umum, 4 formasi cumlaude, dan 3 formasi disabilitas.

Karena itulah, para sarjana pendidikan yang ingin menjadi guru CPNS harus memasang strategi dengan mengalihkan pendaftarannya ke luar Kota Kediri. Apalagi tidak ada batasan geografis untuk mendaftar. Artinya, pendaftaran bisa lintas wilayah, tidak dibatasi alamat kartu tanda penduduk (KTP).

Sementara itu, dari 147 formasi yang didapatkan pemkot seperti di atas, paling banyak adalah untuk tenaga kesehatan. Jumlahnya 101 orang. Ini terdiri dari dokter, perawat, bidan dan farmasi.

Formasi terbanyak kedua adalah tenaga teknis dengan jumlah 43 orang. Lalu, tiga formasi sisanya untuk disabilitas apoteker, asisten apoteker, dan tenaga rekam medis.

Un mengungkapkan, pendaftaran seleksi CPNS ini resmi dibuka 11 November 2019, Senin lalu. Waktunya sekitar dua minggu. Dari informasi yang diterima, hingga 26 November mendatang. “Tapi kami masih menunggu surat resminya,” timpalnya.

Untuk persiapan verifikasi berkas administrasi, BKPPD sudah menyiapkan tim verifikator. Total ada 23 orang. Jumlah itu masih ditambah enam orang supervisor.

Selain dari BKPPD, tim verikifikasi berasal dari pegawai dinas kesehatan (dinkes) serta dinas kependudukan dan catatan sipil (dispendukcapil). Tim dari dinkes bertugas melakukan verifikasi formasi disabilitas dan tenaga kesehatan. “Mereka yang tahu lebih detail soal pemberkasan formasi kesehatan. Karena ada STR (surat tanda registrasi) untuk pelamar tenaga kesehatan. Juga seleksi untuk disabilitas,” ungkap Un.

Sedangkan tim dispendukcapil untuk memastikan nomor induk kependudukan (NIK). “Nanti satu orang akan memegang satu komputer,” lanjutnya.

Hingga pukul 15.00 kemarin, Un mengatakan, belum ada berkas pendaftaran yang masuk. Maklum baru sehari diumumkan. Dia memprediksi, pelamar baru akan memasukkan berkas pendaftarannya setelah hari ketiga. “Rata-rata masih membaca pengumuman pendaftaran. Hari ini (kemarin, Red) sudah ada 6.000 orang yang membaca unggahan di website,” terangnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia