Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Features
Yang Berjaya dalam Anugerah Desa 2019 (1)

Berawal Mobil Siaga, Berlanjut Kartu Sehat

13 November 2019, 18: 24: 43 WIB | editor : Adi Nugroho

kepala desa kandat elmy

SENYUM : Kades Kandat Elmy Yuni Suntari menerima trofi sebagai kades paling inovatif dari Bupati Hariyanti Sutrisno, kemarin (12/11). (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Share this          

Sebagai kepala desa (kades), Elmy Yuni Suntari memang dituntut peduli terhadap warganya. Namun, kepedulian wanita ini memang layak mendapat apresiasi lebih. Karena menyodorkan terobosan dalam program kesehatan masyarakat.

HABIBAH A. MUKTIARA, Kabupaten, JP Radar Kediri

Wajah-wajah tegang terlihat di deretan kursi para kades. Ratusan kades dari seluruh Kabupaten Kediri itu menunggu dengan tegang hasil penjurian dalam Anugerah Desa 2019 yang dibacakan oleh pembawa acara. Satu per satu ketegangan itu berganti senyuman ketika nama desanya dipanggil sebagai nominator atau bahkan sang juara. Tak terkecuali kades wanita ini.

Bahkan, Elmy Yuni Suntari, 55, tak hanya menyunggingkan senyuman saat nama desanya, Desa Kandat, Kecamatan Kandat, disebut. Raut kaget juga terlihat kala namanya disebut untuk satu kategori prestisius lainnya. Menjadi kades paling inovatif dalam gelaran pemilihan tahunan itu.

“Saya sendiri juga terkejut. Jawa Pos Radar Kediri  menganugerahi saya sebagai kepala desa terinovatif,” ucap perempuan yang biasa disapa Elmy ini usai acara yang berlangsung di lapangan Desa Kedungmalang, Kecamatan Papar, kemarin (12/11).

Elmy, yang lulusan Universitas Kadiri (Unik), sangat memperhatikan kesehatan masyarakatnya. Dia menyadari bahwa dari aspek pengetahuan dan kesadaran warganya masih jauh dari memahami arti kesehatan secara menyeluruh. Karena itu dia memerlukan untuk meluangkan waktu. Memberikan penyadaran agar warganya memahami arti kesehatan.

“Dengan turunnya saya ke bawah itu saya tahu masyarakat saya seperti apa terkait dengan kesehatan,” terang lulusan Fakultas Administrasi Negara ini.

Menurutnya, agar bisa mewujudkan masyarakat yang paham dengan kesehatan membutuhkan banyak proses. Hal pertama yang dilakukan adalah peningkatan pelayanan. Salah satunya dengan diadakannya mobil siaga.

Layanan mobil siaga tersebut sebagai solusi melayani masyarakat dengan maksimal. Terutama dalam bidang kesehatan. Namun, Elmy tak berhenti sampai di situ. Setelah mobil siaga dianggap sukses, pelayanannya dia kembangkan dengan program Kartu Kandat Sehat (KKS).

“Di mana setiap masyarakat kandat yang biasa ke poskedes yang akan menuju polindes itu gratis,” terang anak pertama dari tiga bersaudara.

Untuk menerapkan program tersebut, Elmy membutuhkan waktu selama satu tahun persiapan. Pada 2017, Desa Kandat sempat hanya menjadi nominator. Hal tersebut membuat pemerintah desa melakukan pembenahan. Pada tahun tersebut, pemerintah desa melakukan sosialisasi KKS kepada masyarakat. Memberikan pengertian bagaimana pentingnya kesehatan.

Sebagai pelopor kesehatan untuk warganya, Emy juga tidak lupa menjaga kesahatnya sendiri. Bahkan, dia berusaha menjadi contoh bagi warganya.

Dalam menjaga kesehatan, Emy juga melakukan olahraga rutin. Pola makan, dan pengobatan pengecekan satu bulan sekali juga sangat disarankan.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia