Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Politik

KPU Akan Umumkan Syarat, Mujahid-Eko Daftar Gerindra

13 November 2019, 18: 11: 05 WIB | editor : Adi Nugroho

mujahid pemilihan bupati kediri

MENDAFTAR: Mujahid (tengah) bersama Eko Ediyono menerima berkas dari Sekretaris DPC Partai Gerindra Abdul Rozaq, kemarin. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Hari coblosan pemilihan bupati (pilbup) Kediri masih sekitar 10 bulan lagi. Namun, proses dan tahapan menuju pesta demokrasi warga Kabupaten Kediri itu bakal segera dimulai. Paling awal adalah pendaftaran calon kandidat melalui jalur independen.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri juga bersiap untuk membuka pendaftaran di jalur non-parpol itu. Diawali dengan pengumuman terlebih dahulu.

“Pencalonan ini yang pertama adalah untuk jalur perseorangan. Nanti, tanggal 25 November, secara resmi kami umumkan syaratnya,” terang Komisioner KPU Divisi Teknis Anwar Ansori.

Syarat-syarat untuk calon independen memang belum dikeluarkan secara resmi oleh KPU. Namun, mengacu peraturan KPU nomor 15 tahun 2019, syarat menjadi bakal calon bupati (bacabup) dari jalur independen bisa diketahui. Yaitu syarat awalnya harus mendapat dukungan sekitar 80 ribu warga. Atau, 6,5 persen dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT). Untuk DPT Kabupaten Kediri totalnya adalah 1,2 juta suara. Dukungan ini harus merata, sedikitnya, setengah kecamatan yang dimiliki.

“Secara lengkap nanti akan kami umumkan sebelum pembukaan pendaftaran jalur independen,” kata Anwar saat dikonfirmasi lebih lanjut.

Sebelumnya, KPU juga telah melalui tahapan persiapan pemilihan. Yaitu menandatangani naskah perjanjian hibah daerah (NPHD). Hibah tersebut terkait dengan pendanaan pemilu kepala daerah (kada) nanti.

Sementara itu, situasi politik menjelang pilbup semakin dinamis. Setelah Masykuri Ikhsan mendaftar ke Partai Gerindra yang membuka penjaringan bacabup, giliran duet Mujahid-Eko Ediyono yang melakukan hal serupa. Kemarin (12/11) pasangan itu mendatangi posko penjaringan partai pimpinan Prabowo Subianto ini untuk mengambil formulir pendaftaran.

Kedatangan Mujahid-Eko sedikit mengagetkan. Sebab, keduanya juga mendaftarkan diri lewat PDI Perjuangan. Mujahid-Eko adalah pasangan yang didukung oleh Ketua DPC PDIP Kabupaten Kediri Sutrisno. Karena itu, ada anggapan bahwa pasangan ini punya peluang besar mendapatkan surat rekomendasi pencalonan dari partai berlambang kepala banteng bermoncong putih ini.

Soal pendaftaran ke Partai Gerindra tersebut, Mujahid mengaku sebagai upaya untuk memanfaatkan semua peluang yang ada. “Apalagi PKPU juga berjalan dengan cepat. Maka setiap peluang yang ada akan kami masuki,” dalih Mujahid kala ditemui usai pengambilan formulir di Kantor DPC Partai Gerindra Jalan Pamenang, Ngasem, tersebut.

Kepala Bakesbangpol Kabupaten Kediri ini mengakui bahwa dengan cara seperti itu akan mempermudah jalannya mendapatkan rekomendasi partai pengusung. Sekaligus memperbesar peluang dirinya sebagai calon bupati. Ia menegaskan akan berkomitmen pada partai yang berpeluang merekomendasikannya.

“Saat ini di Partai Gerindra. Kalau ada peluang lain ya kami pertimbangkan lagi. Karena saat berangkat jadi calon (bupati) saya komitmen harus ada partai pengusung,” jelasnya.

Mujahid menjelaskan bahwa dipilihnya partai berlambang garuda emas ini, yang menjadi landasannya adalah visi Partai Gerindra  yang mengedepankan penguatan kebangsaan.

Apakah akan ada partai lain yang dilirik? “Kita tunggu saja. Kalau ada peluang ya akan kami lakukan. Partai Gerindra yang pasti harus ada koalisi untuk mengusung calon bupati,” jawabnya.

Soal koalisi, Mujahid menyebut akan terus berdiskusi dengan timnya. “Saya kira politik adalah suatu seni bagaimana merajut perbedaan. Yang penting intinya sama untuk kemaslahatan masyarakat. Yang pasti akan ada beberapa koalisi nantinya,” aku Mujahid.

Disinggung soal rekomendasi dan peluang di PDIP, Mujahid tak bisa berkata banyak. “Rekomendasi adalah kewenangan internal partai. Jadi saya tidak bisa pastikan bagaimana peluangnya. Yang penting kita ikuti aturan sesuai partai. Saya hanya menjalankannya, termasuk  fit and proper test . Setelah itu sudah ranah partai,” jelasnya.

“Yang jelas kami telah berusaha lewat jalur partai dan berjuang terus melalui partai. Untuk independen belum terpikirkan. Kami masih optimistis lewat parpol dulu,” pungkas Mujahid.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia