Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Events

Anugerah Desa 2019: Penyemangat agar Lebih Baik Lagi

13 November 2019, 17: 49: 29 WIB | editor : Adi Nugroho

pemenang anugerah desa

BARISAN PEMENANG: Para kepala desa yang desanya tampil sebagai yang terbaik dalam ajang Anugerah Desa Award berfoto bersama dengan Bupati Kediri Haryanti dan Direktur JPRK Tauhid Wijaya (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Akhirnya, desa mana saja yang berhasil meraih penghargaan dalam Anugerah Desa 2019 terjawab. Sebanyak 10 desa mampu menyabet penghargaan sebagai desa terbaik dalam 11 kategori yang disediakan dalam penilaian tahunan itu.  Artinya, ada satu kategori yang belum mampu memunculkan pemenang.

Desa-desa pemenang itu berasal dari delapan kecamatan. Ada dua kecamatan yang memunculkan dua desa pemenang. Yaitu Kecamatan Puncu dan Ngancar.

Pengumuman dan penyerahan hadiah Anugerah Desa 2019 itu berlangsung kemarin (12/11). Di lapangan Desa Kedungmalang, Kecamatan Papar. Menjadi satu dengan acara pencanangan bulan bakti gotong royong masyarakat (BBGRM). Bupati Haryanti yang langsung menyerahkan trofi dan hadiah untuk desa pemenang.

hadiah

JUARA: Penyerahan hadiah untuk pemenang Anugerah Desa 2019 oleh Bupati Kediri Haryanti Sutrisno. (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Salah satu kepala desa (kades) yang desanya menjadi terbaik adalah Eko Suroso, 31. Kades Sempu, Kecamatan Ngancar ini tak bisa menutupi keceriaannya usai mendapatkan hadiah. Dia menegaskan kemenangan ini semakin melecut seluruh elemen desanya agar lebih baik lagi.

“Penghargaan ini menjadi semangat dan apresiasi kepada kami untuk bisa lebih baik lagi,” ujar kades yang desanya meraih terbaik untuk kategori Inovasi Bidang Administrasi Masyarakat ini.

Eko menegaskan, penghargaan itu tak boleh membuat desanya berbangga dan lengah. Sebaliknya, harus menjadi pemacu agar desanya bisa mencari inovasi lain untuk program mendatang.

Anugerah Desa adalah ajang penilaian bagi desa yang melakukan inovasi dalam berbagai  programnya. Acara ini merupakan kerja sama antara Pemkab Kediri dan Jawa Pos Radar Kediri. Setiap tahun pesertanya mencapai lebih dari 300 desa dari 26 kecamatan.

Juri dalam lomba ini terdiri dari berbagai unsur. Selain dari Jawa Pos Radar Kediri dan pemkab, juga ada juri dari akademisi. Sedangkan unsur juri pemkab terdiri dari dinas pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa (DPMPD), badan perencanaan pembangunan daerah (bappeda), dan dari tim pertimbangan percepatan pembangunan (TP3).

Bupati Haryanti mengucapkan selamat kepada semua desa yang mendapat juara dan nominasi. Menurutnya, ajang Anugerah Desa 2019 ini sangat luar biasa. Dari kegiatan ini seluruh desa berusaha menampilkan inovasi terbaik. Dan itu, menurut Haryanti, sangat mendukung kemajuan Kabupaten Kediri.

Bupati Haryanti mencontohkan inovasi sistem informasi desa yang menurutnya sangat membantu dalam hal administrasi di tingkat desa. “Dan itu bisa dikembangkan, paling tidak dalam satu eks-korcam (koordinator kecamatan, Red),” ungkapnya.

Haryanti juga menyinggung terkait penghargaan di bidang wisata. Kali ini, pemenangnya adalah Desa Mejono, Kecamatan Plemahan. Ia menjawab banyaknya pertanyaan kenapa bukan Desa Jambu yang menjadi pemenang. “Jambu sudah terlalu tinggi untuk berlomba di bidang ini. Desa wisata terbaik nomor 3 di Jawa Timur. Sehingga bukan lawan dari desa-desa yang ada di sini,” ujarnya saat puncak penganugerahan.

Haryanti berpesan, untuk tahun depan Desa Jambu bisa mengajukan inovasi dalam kategori lain. Seperti bidang pertanian yang dianggap juga cukup maju.

Dari sepuluh desa yang ditetapkan menjadi yang terbaik, ada hadiah sebesar Rp 200 juta. Hadiah itu berbentuk program pembangunan. Bupati berharap hadiah itu dapat dipergunakan dengan sebaik mungkin untuk keperluan pembangunan desa. Selain pemenang, ada 42 nominator yang juga mendapat penghargaan dan hadiah. Yakni berupa dana pembangunan Rp 50 juta.

Sementara, satu kategori yang tak punya pemenang adalah inovasi bidang pengelolaan BUMDes. Sebenarnya, di kategori ini ada empat nominator. Yakni Desa Medowo, Kecamatan Kandangan; Desa/Kecamatan Ngancar; Desa Asmorobangun, Kecamatan Puncu; dan Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem.

“Dalam kategori tersebut tidak ada yang berhasil mencapai batas nilai yang telah ditetapkan juri,” kata Direktur Jawa Pos Radar Kediri Tauhid Wijaya.

Untuk kecamatan yang memiliki dua pemenang adalah Puncu dan Ngancar. Dua desa di Puncu yang jadi terbaik adalah Desa Puncu dengan inovasi terbaik bidang pembinaan anak muda. Serta Desa Gadungan yang menjadi terbaik inovasi bidang pelestarian kesenian tradisional.

Sementara Kecamatan Ngancar memunculkan Desa Sempu dan Desa Babadan. Desa Sempu berjaya dengan mendapat predikat terbaik kategori inovasi bidang administrasi masyarakat. Sedangkan Desa Babadan yang menang kategori inovasi bidang pemberdayaan perempuan.

Tauhid berharap agar momentum ini bisa dijadikan sebagai suntikan semangat bagi desa yang berhasil maupun yang gagal menjadi juara. Selain itu, desa di Kabupaten Kediri juga diharapkan semakin meningkatkan kualitas dan inovasi lagi ke depannya.

“Bagi desa pemenang, selamat. Ini membuktikan bahwa inovasinya berkelanjutan dan membawa manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Dan bagi desa yang belum menjadi yang terbaik, Tauhid berpesan untuk tidak menyerah. “Karena yang pasti dalam kehidupan ini adalah perubahan. Maka, terus berinovasi adalah jawabannya agar tidak ketinggalan,” pesannya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia