Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Spanduk dan Baliho Bakal Calon Bupati Kediri Mulai Marak

12 November 2019, 17: 35: 46 WIB | editor : Adi Nugroho

Pemasangan APK Pilbup Kediri

Pemasangan APK Pilbup Kediri (radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Maraknya baliho dan spanduk para bakal calon bupati (bacabup) yang terpasang di berbagai tempat mendapat respon dari KPU Kabupaten Kediri. Menurut KPU, mereka belum mengatur persoalan spanduk itu karena memang belum ditetapkan secara resmi sebagai calon bupati (cabup).

Bila mereka tetap memasang baliho pencalonan, hal itu masuk wilayah pemerintah daerah. Khususnya terkait izin baliho dan spanduk tersebut. Bukan menjadi ranah KPU.

Menurut Komisioner KPU Divisi Teknis Anwar Ansori, dalam peraturan KPU, yang disebut bakal calon secara resmi apabila mereka mendaftarkan diri ke KPU. Baik itu melalui jalur perseorangan maupun jalur partai politik.  “Dan apabila sudah mendaftar menjadi bakal calon kami (KPU, Red) secara resmi, kemudian kami lakukan verifikasi dan memenuhi syarat baru ditetapkan sebagai calon,” urai Anwar.

Pilbup Kediri

PENGENALAN: Salah satu spanduk bakal calon bupati yang terpasang melintas di atas Jalan Pamenang, Kecamatan Ngasem. Komisi pemilihan umum belum mengatur regulasi tentang itu. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Sedangkan yang terjadi saat ini, Anwar menambahkan, hanyalah upaya warga masyarakat yang ingin mengenalkan diri. Belum tentu mereka yang memasang spanduk dan baliho itu benar-benar menjadi bacabup atau bahkan menjadi cabup. Karena itu, kondisi seperti ini belum diatur dalam PKPU.

“Karena itu tidak ada larangan terkait hal itu (pemasangan spanduk pencalonan, Red),” tandasnya.

Justru yang terkait dengan kondisi seperti ini adalah dinas penanaman modal dan perizinan terpadusatu pintu (DPM-PTSP). Dinas tersebut yang memiliki regulasi terkait pemasangan spanduk pencalonan tersebut. Warga yang ingin mempublikasikan diri dengan berbagai tulisan, gambar, atau yang lain tak dipermasalahkan asalkan sudah beres urusan perizinannya.

“Itu nanti izin ke dinas perizinan. Kalau di kami (KPU) tidak ada peraturan,” kilahnya.

Saat ini, di beberapa tempat sudah marak munculnya baliho dan spanduk tokoh yang hendak maju ke bursa pemilihan bupati (pilbup) Kediri 2020. Mereka memasang alat peraga untuk memperkenalkan dirinya masing-masing. Tujuannya, untuk meningkatkan popularitas agar dikenal masyarakat luas.

Beberapa baliho dan spanduk terpasang di jalan-jalan protokol. Seperti yang ada di daerah Kecamatan Ngasem. “Saya tahu di beberapa titik ada baliho pengenalan calon bupati. Ada yang bilang boleh tapi ada yang bilang tidak boleh,” kata Sutikno, pria 55 tahun, yang tinggal di wilayah Ngasem.

Sutiknom yang mengaku tak tahu-menahu soal regulasi kampanye, menyebut upaya pemasangan spanduk itu sebagai bentuk pengenalan diri. “Jadi warga bisa tahu siapa saja yang nanti akan daftar bupati,” ucapnya. 

Apalagi, selama ini gaung pemilihan bupati dianggap Sutikno masih rendah. Suasana masih adem ayem. Bahkan, nama-nama yang muncul juga asing di telinga masyarakat. Kecuali beberapa nama yang telah menjadi pejabat saat ini.

“Setahu saya saat ini yang macung itu dari pejabat pemkab,” kata Ayu, warga lain yang ditanya siapa yang bakal mencalonkan diri.

Ketika disinggung soal baliho tersebut, Ayu mengatakan tetap perlu. Karena bisa menjadi sarana memperkenalkan diri para calon. Masyarakat bisa menjadi tahu siapa saja yang akan maju ke pemilihan nanti,

“Menurut saya perkenalan itu perlu, biar masyarakat tahu. Jangan nanti kalau sudah dekat pemilihan baru muncul,” imbuhnya.

Menurutnya popularitas calon pemimpin Kediri ini sangat perlu agar lebih mengenal sosok yang akan menjadi calon bupati. Karena itu dia tak mempermasalahkan dengan maraknya baliho dan spanduk seperti itu.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia