Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Kekeringan di Klotok: Satu Tangki Dibagi Empat RT

11 November 2019, 12: 18: 04 WIB | editor : Adi Nugroho

kekeringan pojok

ANGKUT AIR: Warga Pojok mengangkat bak berisi air yang telah diisi petugas dari BPBD Kota Kediri (8/11). (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Jumlah rukun tetangga (RT) yang mengalami kekurangan air bersih di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, dipastikan bertambah. Karena itu, rencananya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri akan mengirim bantuan ke RT 24 dan RT 25.

Untuk diketahui, sebelumnya ada dua RT yang mendapat bantuan air bersih di RW 05. Yakni RT 22 dan RT 23. Kedua RT tersebut berlokasi di Lingkungan Nglebak. Terakhir, sekitar 300 kepala keluarga (KK) menerima kiriman pada Jumat lalu (8/11).

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Kediri Adi Sutrisno mengatakan, total ada empat RT yang akan mendapat bantuan kiriman air bersih. Selain RT 22 dan 23, ada RT 24 dan 25. “Ada dua RT lagi yang kami bantu nanti,” kata Adi kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Adi mengungkapkan, ada sekitar 100 KK di dua RT yang berlokasi di Lingkungan Tumpang itu. Sebelumnya, ada salah satu warga yang mengeluhkan kekurangan air bersih di sana.

Dengan kepastian tersebut, Adi mengatakan, BPBD berencana men-dropping air pada Senin besok (11/11). Bukan hari ini seperti rencana sebelumnya. Pasalnya, hari ini unit pelaksana teknis (UPT) tempat pembuangan akhir (TPA) Klotok yang membantu pengiriman. “Kami ajak camat (Mojoroto) ikut ke Pojok,” ungkap Adi.

Meski jumlah RT yang mengalami kekeringan bertambah, lanjut dia, jumlah kiriman tidak berubah. BPBD tetap mengirim satu truk tangki setara dengan 5 ribu liter. Sebab, hanya ada satu truk milik perusahaan daerah air minum (PDAM) yang dioperasionalkan.

Dengan kondisi tersebut, Adi mengatakan, pengiriman air akan dibagi di empat RT. Secara teknis, separo akan di-dropping ke RT 22 dan 23. “Separonya lagi kami kirim ke RT 24 dan 25,” katanya.

Lebih jauh Adi mengatakan, pihaknya akan terus mengirim bantuan air bersih ke warga yang mengalami kekeringan. Itu dilakukan sampai dua sumber air di Kelurahan Pojok kembali normal. “Selama belum keluar, air akan dikirim terus,” ujar Adi.

Dia memprediksi, hujan di Kota Kediri turun di pertengahan bulan ini. Namun begitu, sumber air tidak bisa kembali normal dalam waktu dekat. Setidaknya butuh waktu sekitar dua minggu untuk mengembalikan debitnya. “Itu pun dengan intensitas hujan yang tinggi,” katanya.

Untuk mencegah kekeringan berulang, kantor kelurahan sudah mengalokasikan anggaran pembuatan bor tahun depan di RT 22. Anggaran diambilkan dari program pemberdayaan masyarakat (prodamas).

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia