Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Features

M. Afnan Zain Jamil, Siswa MTsN 1 Kediri Juara 3 MTQ Provinsi Jatim

Masih Setor Hafalan di Sela Waktu Istirahat

08 November 2019, 15: 18: 39 WIB | editor : Adi Nugroho

juara mtq

MEMBANGGAKAN: Drs HM Maksun MPdi berfoto bersama M. Afnan Zain Jamil di depan gedung MTsN 1 Kediri setelah menorehkan prestasi di MTQ Jatim. (Bagus Romadhon - radarkediri.id)

Share this          

Meski sudah 6 tahun, M. Afnan Zain mengikuti lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), perasaan nervous masih menghinggapi. Namun dengan pengalaman matang, ia dapat mengatasinya. Pada MTQ ke-28 di Tuban, 26 Oktober–2 November lalu, Zain berhasil menjadi juara ketiga.

BAGUS ROMADHON, Kabupaten, JP Radar Kediri

Senyum malu terlihat di wajah M. Afnan Zain Jamil, Selasa lalu (5/11). Saat itu, siswa kelas 8 MTsN 1 Kediri ini bersama dengan Kepala Madrasah Drs HM Maksun MPdi di ruangnya. “Ini yang juara MTQ tingkat provinsi,” ungkapnya sambil menjabat tangan Zain.

Tentu saja, Maksun berbangga dengan torehan prestasi siswa yang kerap disapa Zain ini. Sebab turut membawa nama Madrasah Favorit di Kabupaten Kediri itu ke tingkat provinsi. Makanya di ruangan kepala madrasah tersebut, Maksun langsung memberikan apresiasi. “Jangan dilihat isinya, tapi semoga bermanfaat,” ucapnya.

Lalu, Zain pun menceritakan keberhasilanya di MTQ ke-28 Provinsi Jatim pada Jawa Pos Radar Kediri. Pencapaiannya merupakan perjuangan yang panjang. Zain berhasil meraih juara ke 3 bidang lomba 10 hafalan di MTQ yang digelar di Bumi Wali, Tuban. “Saya sejak umur 6 tahun sudah ikut lomba ini,” ungkapnya.

Di usia itu, Zain memang rutin menghafal surat Alquran dibimbing neneknya, Alfin Sanatin. Kebetulan sang nenek guru ngaji. “Biasanya 3 hingga 5 surat setiap pertemuan Mas,” jelasnya.

Waktu yang dibutuhkan untuk setoran pun tak terlalu lama. Sekitar 15 menit untuk memberikan hafalan tersebut. Begitu pula untuk menghafalkan surat Alquran. “Sekitar 5 menit mengulang-mengulang satu surat, biasanya diulang hingga 4 sampai 5 kali,” tambahnya.

Sejak kecil, di dalam keluarga Zain, memang sudah terbiasa dengan pembiasaan literasi keluarga tentang Alquran. Zain merupakan anak ketiga dari pasangan Drs H Jamilludin MPdi dan Chisna Barorin. Kakak pertamanya, Ama Faridatul Husna, dan kakak kedua, Dina Rahmatun Najma, juga sudah berprestasi di bidang MTQ dan Musabaqah Hipzil Quran (MHQ).

Bahkan kakak sulungnya pernah juara pertama tartil nasional di Bengkulu pada 2010. “Kak Ama (kakak pertama, Red) itu yang menjadi inspirasi saya ,” jelasnya.

Untuk diketahui, sebelum mencapai di tingkat provinsi, Zain harus masuk tiga besar di tingkat kabupaten. Kebetulan Zain masuk peringkat pertama. Saat itu dia menjadi yang terbaik dari 31 peserta tingkat kabupaten. Dari tiga besar, ada tiga kali pertemuan untuk seleksi terbaik. “Alhamdulilah, saya mewakili Kabupaten Kediri,” ucap siswa yang juga pernah menjadi juara 3 Nasional Tahfidz 30 juz di Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren se-Indonesia 2017 silam.

Persiapan pun semakin dimantapkan menjelang pelaksanaan lomba. Tidak hanya di rumah, di madrasah pun Zain menghafal. Ia dibantu guru agamanya. “Jadi ketika waktu istirahat, saya juga setor hafalan,” ungkap siswa yang pernah menjadi Finalis MTQ Nasional ke-27 di Medan caban MHQ 1 Juz dan Tilawah 2018.

Setiap kali istirahat, Zain setor hafalan 4 hingga 5 surat . Persiapan itu dilakukan kurang lebih seminggu menjelang perlombaan. “Biar lebih mantaap hafalannya,” jelasnya.

Untuk MTQ ke-28, Zain ada dalam kategori hafalan 10 surat. Ada 6 kategori yang dilombakan di MTQ yang dibuka Gubernur Khofifah Indar Parawansa tersebut. Ia harus berhadapan dengan 31 peserta lain dari seluruh daerah di Jawa Timur. Yang menarik, sang kakak kedua, Dina juga ikut di kategori 5 surat di jenjang madrasah aliyah. “Tentu senang bisa ikut dengan kakak,” ujarnya. Apalagi Dina juga alumni MTsN 1 Kediri yang sekarang melanjutkan di MAN Tambak Beras, Jombang.

Meski sudah memiliki persiapan cukup matang dan pengalaman sudah banyak, ternyata tetap membuat Zain deg-degan. “Apalagi pas di final,” ungkapnya. Namun karena sudah terbiasa mengikuti perlombaan, Zain berhasil mengatasi rasa nervous tersebut. “Yang penting berpikir positif dan melakukan yang terbaik dulu,” ungkapnya.

Dengan hasil ini, Zain masih membuka peluang melanjutkan MTQ tingkat nasional. Sama dengan di tingkat kabupaten, pemenang tiga besar nantinya akan dipertemukan lagi, dan dipilih yang terbaik. “Semoga dapat mewakili Jatim di tingkat Nasional,” harapnya.

Sementara itu, Maksun berharap sama dengan Zain. “Ini kan juga membawa nama baik MTsN 1 Kediri,” jelasnya. Maksun pun menjelaskan bahwa pihaknya selalu mengapresiasi para siswa yang berhasil membawa nama baik madrasah. “Agar anak-anak lebih termotivasi dalam meraih prestasi,” tambah kepala madrasah yang sebelumnya menjabat di MTsN 8 Kediri tersebut.

Selain itu, Maksun juga mengucapkan terima kasih kepada keluarga Drs H Jamiludin MPdi. Sebab sampai saat ini telah sukses membuat anak-anaknya berprestasi di bidang MTQ.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia