Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Rabu Depan Rencana Pelimpahan Tahap Dua

08 November 2019, 11: 53: 57 WIB | editor : Adi Nugroho

Damin

(Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Berkas perkara kasus keponakan bunuh paman yag dilakukan oleh Supar, 48, di Desa Musirlor, Rejoso telah selesai diteliti Kejari Nganjuk. Rencananya, pihak satreskrim akan melimpahkan tahap dua kasus pembunuhan Damin tersebut pada Rabu (13/11) depan.

Rencana tersebut diungkapkan oleh Kasatreskrim Polres Nganjuk Iptu Nikolas Bagas YK. Menurutnya, berkas perkara tahap pertama yang disetor ke Kejari Nganjuk sudah dikembalikan. Dalam penelitian berkas tersebut, menurut Nikolas relatif tidak ada kendala.

“Berkasnya sudah lengkap. Tidak ada masalah,” ujar Nikolas ditemui Jawa Pos Radar Nganjuk seusai nonton bareng film Hanya Manusia di New Star Cineplex, kemarin.

Seperti yang diberitakan, Supar dengan keji membunuh Damin. Padahal keduanya masih terhitung sebagai keluarga. Hubungan keduanya adalah keponakan dan paman. Kasus pembunuhan itu awalnya dilatarbelakangi utang piutang. Supar yang memiliki utang Rp 23 juta diminta mengembalikan Rp 200 juta oleh Damin.

Lebih lanjut, Nikolas pun menegaskan bahwa pihaknya tinggal melakukan pelimpahan tahap dua saja. “Rencana Rabu (13/11) tersangka dan barang bukti (BB) akan kami serahkan ke Kejari Nganjuk,” lanjut lulusan Akpol Semarang 2013 tersebut.

Terkait pasal yang digunakan polisi untuk menjerat Supar, Nikolas menegaskan polisi menggunakan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Dia menilai pembunuhan Damin dilakukan Supar secara spontan. Tanpa ada perencanaan terlebih dahulu.

Namun, pihak Kejari Nganjuk berpandangan sedikit berbeda. Sebelumnya Kasi Pidana Umum Kejari Nganjuk Roy Ardiyan Nurcahya mengaku pihaknya meminta pasal untuk dilapisi. Yakni dengan pasal 340 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan berencana.

“Ada penambahan (pasal). Kami meminta untuk dilapis dengan pasal 340 KUHP. Seperti halnya dulu dalam perkara Sutiwo (terdakwa pembunuhan Vicky, Red) kami juga meminta untuk dilapis dengan pasal 340 KUHP,” ungkap Roy kepada koran ini.

Senada dengan Nikolas, pria asli kelahiran Ngronggot ini berujar penelitian berkas di kejari berjalan relatif mulus. “Saksi-saksi lengkap. Ada juga yang melihat langsung kejadian. Jadi, tidak ada kekurangan berkasnya,” tandas Roy.

Untuk diketahui, perselisihan keponakan dan paman itu meruncing setelah Damin nekat membangun septic tank di tanah yang menjadi jaminan utang tersebut. Mendengar jawaban korban yang merasa sudah menguasai tanah tersebut, Supar menjadi berang. Ia keluar rumah membawa parang lalu mendekati korban. Kedua lelaki yang masih ada ikatan saudara itu bertengkar.

Lantaran sudah terbawa emosi, Supar yang mendekati korban sambil mengomel kemudian menebas leher Damin hingga tersungkur. Dalam pemeriksaan, diketahui jika Supar membacok Damin sebanyak empat kali. Tetapi, hanya tiga bacokan yang bisa mengenai. Sebab, di bacokan pertama Damin berhasil menghindar.

Akibat bacokan tersebut, Damin mengalami luka berat di leher, kepala dan kaki. Hasil otopsi menyebutkan, tulang belakang leher Damin patah dan urat pernapasannya putus.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia