Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Angka Pelanggaran Lalin Naik Signifikan

Ribuan Tak Membawa Surat Lengkap

08 November 2019, 11: 49: 16 WIB | editor : Adi Nugroho

C

MENINGKAT:Ratusan pengendara mengurus administrasi tilang saat operasi zebra di Gedung Wanita Nganjuk, Kamis (24/10) silam. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kesadaran masyarakat untuk tertib berkendara masih perlu ditingkatkan. Pasalnya, jumlah pelanggaran lalu lintas dalam operasi zebra akhir Oktober lalu justru meningkat dibanding hasil operasi yang sama tahun lalu.

Kasatlantas Polres Nganjuk AKP Hegy Renanta mengungkapkan, dalam operasi zebra mulai 23 Oktober hingga 5 November lalu total ada 4.117 pelanggaran. Jumlah itu naik 1.105 kasus dibanding operasi yang sama 2018 lalu sebanyak 3.012 pelanggaran. “Naik sekitar 37 persen,” ujar Hegy.

Menyikapi peningkatan jumlah pelanggaran lalu lintas, Hegy menjelaskan, pihaknya akan berupaya untuk terus menekannya. “Kami akan tingkatkan (kesadaran masyarakat) terus sampai akhirnya zero pelanggaran,” terang perwira dengan pangkat tiga balok di pundak itu.

Lebih jauh Hegy menjelaskan, ribuan pelanggar lalu lintas itu sudah dikenakan tilang. Pengendara harus mengikuti sidang tilang di pengadilan dan mengambil barang bukti (BB) di kejaksaan.

Apa saja pelanggaran dari ribuan pengendara tersebut? Ditanya demikian, Hegy menuturkan, mayoritas pengendara roda dua tidak melengkapi surat-surat. Baik itu surat tanda nomor kendaraan (STNK) maupun surat izin mengemudi (SIM). Total, tercatat ada sebanyak 1.766 pengemudi yang tidak membawa kelengkapan surat berkendara.

Angka pelangaran terkait surat-surat berkendara ini pun mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu. Pada tahun 2018 tercatat hanya temuan sebanyak 925 kasus. “Peningkatannya sebesar 91 persen,” imbuhnya.

Meski jumlah pelanggaran naik, kesadaran masyarakat untuk menggunakan helm meningkat. Terbukti dari penurunan temuan pengendara roda dua yang tidak menggunakan helm sebesar 10 persen. Begitu pula dengan kesadaran menggunakan sabuk pengaman bagi pendara roda empat yang juga naik.

Terkait usia pelanggar, Hegy berujar pelanggar terbanyak adalah anak muda. Mereka di rentang usia 16-20 tahun sebanyak 1.199 orang. Tren pelanggar pada usia muda juga naik sebesar 53 persen. “Generasi muda di Nganjuk ini banyak yang berprestasi. Sehingga, sayang apabila menjadi korban kecelakaan lalu lintas,” tutur Hegy.

Selain anak muda, pelanggar dengan usia 21-25 tahun juga masih banyak ditemui. Satlantas menilang total 802 orang. Mendapati hal itu, Hegy mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan keselamatan dan ketertiban berlalu lintas. “Kami juga tidak henti-hentinya memberikan pengetahuan dan kemudahan pelayanan apapun. Baik program latihan uji praktek SIM dan pelayanan administrasi online,” pungkas Hegy.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia