Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Features

Puteri Brilliant Azizah, Juara 1 Bacaan Tartil di MTQ Jawa Timur

Hindari Makan Pedas, Rajin Minum Kencur

07 November 2019, 16: 15: 49 WIB | editor : Adi Nugroho

juara tartil

BIKIN BANGGA: Puteri Brilliant Azizah membawa trofi juara 1 di ajang MTQ ke-28 Provinsi Jawa Timur yang diadakan di Kabupaten Tuban. (Dwiyan - radarkediri.id)

Share this          

Meski masih belia, kemampuan siswi kelas V SD ini dalam melantunkan ayat suci Alquran tak perlu diragukan lagi. Bukan hanya suara, hafalannya pun kuat. Saat MTQ se-Jatim di Kabupaten Tuban, dia meraih terbaik dalam kategori tartil.

DWIYAN SETYA NUGRAHA JP Radar Kediri

Lantunan ayat suci Alquran terdengar merdu di ruang LPTQ Kota Kediri. Sore itu (6/11), Puteri –sapaan akrab Puteri Brilliant Azizah –tampak mengasah bacaan makharijul huruf pada pembina ofisial LPTQ. Raut wajahnya tampak lelah saat memasuki ruangan di kompleks Masjid Agung, Kota Kediri.

Wajar saja, Puteri baru saja pulang dari Kabupaten Tuban. Di sana tempat digelarnya Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-28 Provinsi Jawa Timur. Lalu lalang jamaah yang hendak menunaikan salat Asar menambah suasana religi.

Dari ruangan yang berjarak sekitar 50 meter dari bangunan utama Masjid Agung itu tampak seorang pria mengenakan baju berwarna putih komplet dengan peci berwarna cokelat. Pria tersebut adalah Basyarudin. Dia ketua ofisial kontingen kafilah Kota Kediri.

Melihat Jawa Pos Radar Kediri, dengan ramah ia mempersilakan masuk ke ruang LPTQ didampingi Siti Nur Farida, ibu Puteri. “Itu Mas, Puteri sedang mengasah bacaan tartilnya di ruangan,” ungkap Basyarudin sambil menunjukkan ruangannya.

Siswi kelas 5 SDN Burengan 2 Kota Kediri ini memang masih belia. Maklum saja, Puteri merupakan kontingen termuda dari kafilah Kota Kediri. Tingkahnya pun masih malu-malu saat koran ini mewancarainya.

Namun di balik itu, bocah ini ternyata mempunyai banyak prestasi di bidang agama Islam. Khususnya bacaan tartil. Sebelum menjuarai MTQ tingkat Jatim di Tuban, ternyata Puteri pernah menjadi juara harapan 1 di MTQ ke 27 yang diselenggarakan di Kota Pasuruan pada 2017. “Alhamdulillah ini berkat dorongan dan motivasi orang tua,” ujar Puteri.

Prestasi tersebut kali pertama terinspirasi oleh kakak kandungnya yang bernama Fariza Angel Firdaus. Kebetulan dalam gelaran yang sama juga meraih juara harapan 1 kategori Qiroah Sab’ah Murrotal. “Awalnya saya termotivasi atas prestasi kakak (Fariza,Red). Kebetulan prestasi Kafilah Kota Kediri disumbang oleh saya dan kakak saja,” urainya sambil tersipu malu.

Dalam lomba MTQ provinsi itu, putri pasangan dari Arres Z dan Siti Nur Farida ini tidak meraihnya dengan mudah. Bahkan, Puteri harus menyita sebagian waktu belajarnya di SDN Burengan. Itu untuk berlatih mempersiapkan perlombaan dua tahunan ini. “Dua minggu saya harus izin sekolah untuk mempersiapkan perlombaan ini,” terangnya.

Bahkan dalam satu hari Puteri harus berlatih selama tiga kali. Yaitu setelah Duhur, setelah Magrib, dan setelah Subuh. Ia terus melatih mengulangi bacaan-bacaan yang harus dihafalkan hari sebelumnya atau menghafal bacaan selanjutnya. “Tiap hari agenda rutin ya harus mengulangi bacaan dengan menjaga ritme suara,” tandasnya.

Untuk menghasilkan suara yang nyaring dengan napas yang kuat, Puteri harus menghindari minum es dan makanan pedas. Selain itu, juga tak diperbolehkan makan makanan gorengan yang mengandung banyak minyak. “Tiap hari saya dikontrol oleh ibu. Untuk makanan ibu sangat protektif,” akunya pada wartawan koran ini.

Tak hanya itu, Puteri ternyata juga mempunyai kiat-kiat khusus untuk vocal suaranya. Dia rajin minum ramuan olahan khusus dari sang ibunda. Salah satunya minum air parutan kencur yang ditambah madu.

“Tiap hari wajib minum ini (air parutan kencur dan madu, Red). Bikinan ibu saya,” ungkapnya sambil tersenyum.

Hal ini diterapkan Puteri semenjak empat tahun terakhir selama menekuni tartil Alquran. Dengan rajin minum ramuan tersebut, membuat suaranya semakin nyaring meski dengan napas yang panjang. “Ini yang terus saya jaga hingga sekarang,” tuturnya.

Selama di Tuban, Puteri pun tak ketinggalan membawa bekal wajib berupa madu dan kencur. Itu ia konsumsi tiap hari. Meski cuaca Tuban sangat panas, tak sedikit pun mempengaruhi kualitas suaranya. “Saya imbangi dengan minum air putih yang banyak dan madu,” terangnya.

 Meskipun merasa bangga dengan prestasi tersebut, namun tak lantas membuat bocah kelahiran 7 Mei 2009 ini puas begitu saja. Dia mempunyai target untuk menjaga status juara pertama di perlombaan MTQ selanjutnya yang direncanakan di Kabupaten Pamekasan.

“Karena tahun depan waktu saya sudah habis untuk kategori tartil, mungkin tahun depan sudah beralih ke kategori Qiro’ah Sab’ah Murrotal. “Semoga tetap dapat membawa nama baik Kota Kediri di kancah Jawa Timur,” pungkasnya. 

(rk/die/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia