Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Bising, Knalpot Brong Dipotong

Mampu Menekan Kecelakaan hingga 20 Persen

07 November 2019, 14: 18: 38 WIB | editor : Adi Nugroho

knalpot brong

TIDAK SESUAI STANDAR: Kapolres AKBP Roni Faisal Saiful Faton sedang menunjukan knalpot brong yang diamankan anggota satlantas saat Operasi Zebra 2019, kemarin (6/11). (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Penggunaan knalpot brong yang tak sesuai spesifikasi standar kendaraan bermotor benar-benar tak bisa ditoleransi. Tak hanya disita, onderdil sepeda motor tersebut ‘dimusnahkan’ polisi.

Kemarin (6/11), secara simbolis Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal Saiful Faton memotongnya dengan mesin pemotong besi. Sehingga tidak dapat digunakan lagi. Dari sembilan knalpot, Roni memotong dua di antaranya.

Menurutnya, knalpot brong itu diamankan anggota satlantas saat kegiatan operasi pemeriksaan kendaraan bermotor. Karena tidak sesuai spesifikasi standar teknis maka knalpot bising itu pun diamankan petugas.

Knalpot bising ini juga tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan kementerian perhubungan. “Penggunaan knalpot brong ini melanggar undang-undang lalu lintas,” terang Roni ketika merilis hasil Operasi Zebra 2019 yang telah digelar dua pekan lalu, 23 Oktober sampai 5 November.

Dari kegiatan itu, Roni mengatakan, pihaknya dapat menekan 20 persen angka kecelakaan lalu lintas (lalin).Yang sebelumnya 36 kejadian, setelah Operasi Zebra hanya terjadi delapan kasus.

Selama operasi itu berlangsung, petugas mengamankan 165 SIM, 2.866 STNK, 170 sepeda motor, dan 4 kendaraan roda empat. Mereka juga memberi teguran pada 178 pengguna jalan. “Selama 14 hari kemarin kita melakukan tindakan tilang pada 3.205 pelanggar,” terang Roni.

Pelanggaran tertinggi didominasi kelengkapan surat-surat kendaraan. Terutama pengguna sepeda motor. Jumlahnya mencapai 2.389 tilang. Sedangkan pelanggar aturan lalu lintas paling tinggi merupakan usia produktif, di antara 26 – 35 tahun. “Bukti yang disita sebanyak 3.205 barang bukti. Terdiri atas 165 SIM, 2.866 STNK, 170 unit kendaraan roda dua, dan 4 unit kendaraan roda empat,” paparnya.

Selama Operasi Zebra 2019 hanya ada satu kejadian kecelakaan lalin. Yaitu pada jalur black spot, jalan umum Dusun Tepus, Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem. Yang terlibat dua sepeda motor dengan faktor penyebab karena kelalaian pengendara. Ketika berbelok, pengendara tidak menyalakan lampu sein. Sehingga tertabrak kendaraan dari belakang. Akibatnya satu luka ringan.

Dalam Operasi Zebra, Kasatlantas Polres Kediri AKP Hendry Indarto menambahkan, dilakukan berbagai tindakan. Di antaranya represif dengan tilang. Dari giat rutin itu tilang naik 80 persen. “Kegiatan preemtif dan preventif sebesar 20 persen,” terangnya.

Hendry mengatakan, operasi menyesuaikan target utama yang merupakan penekanan angka laka lantas. Sedangkan untuk laka lantas pada jalur target operasi, menurut hasil anev, hanya satu kejadian saja.

Guna mengurangi angka kecelakaan, Polres Kediri juga melakukan sosialisasi di sekolah dan kampus. “Kita sering melakukan police go to school, jadi mengajarkan sejak dini,” tuturnya.

Selain itu, Hendry akan bekerja sama dengan dinas perhubungan terkait angkutan umum untuk pelajar. Ia mengimbau, orang tua mengantar anaknya ke sekolah. Itu karena mayoritas kecelakaan masih didominasi pengendara sepeda motor. (ara/ndr)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia