Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Pertimbangkan Masa Depan Anak

Jaksa Tuntut Sumiatun Lima Tahun Penjara

07 November 2019, 11: 29: 12 WIB | editor : Adi Nugroho

Sidang

HADAPI TUNTUTAN: Sumiatun terduduk lesu saat menjalani persidangan tuntutan di Ruang Cakra PN Nganjuk, kemarin. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Sumiatun, 27, pelaku pembunuh bayi dituntut lima tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU). Meski dianggap terbukti melakukan tindak pidana sesuai pasal 341 KUHP, dia tidak dituntut maksimal. Masa depan anak Sumiatun yang masih balita jadi pertimbangannya.

Untuk diketahui, ancaman hukuman maksimal untuk pasal 341 KUHP adalah tujuh tahun penjara. Dalam sidang dengan pembacaan tuntutan kemarin, Sumiatun dinilai bersalah karena telah tega menghabisi nyawa anak yang baru dilahirkannya itu.

Terkait tuntutan yang tidak maksimal ini, Kasi Pidana Umum Kejari Nganjuk Roy Ardian Nurcahya mengatakan,  faktor masa depan anak Sumiatun menjadi salah satu pertimbangannya. Itu terlepas fakta bahwa perempuan asal Madura itu telah menghabisi nyawa bayinya sendiri.

“Terdakwa (Sumiatun, Red) memiliki tanggungan anak yang masih balita,” ujar Roy saat dihubungi Jawa Pos Radar Nganjuk melalui sambungan telepon. Ia menilai anak lelaki Sumiatun itu masih membutuhkan kasih sayang dan perhatian ibunya.

Makanya, JPU hanya menuntut lima tahun penjara. Selain pertimbangan anak, masih ada beberapa faktor lain yang jadi pertimbangan jaksa dalam memberikan tuntutan.

Yakni, jaksa melihat latar belakang Sumiatun melakukan hal keji tersebut. Misalnya, tekanan dan kekerasaan yang didapatkannya. “Kebetulan terdakwa (Sumiatun, Red) kan juga bukan asli Nganjuk. Di sini tinggal dengan keluarga suaminya,” urai Roy.

Sebelumnya, Sumiatun sempat mengaku sering menjadi sasaran Imam Shodiq, 27, suaminya jika sedang emosi. Tak hanya sering bertengkar, Sumiatun mengaku sering mengalami kekerasan yang dilakukan Imam. Tak hanya dengan suaminya. Rasa tidak nyaman itu pun diklaim Sumiatun juga disebabkan oleh keluarga Imam lainnya.

Sementara itu, dalam persidangan di Ruang Cakra PN Nganjuk kemarin, Sumiatun menjalani sidang dengan didampingi Dewi Setyowati, pengacaranya. Pembelaan atas tuntutan itu pun disampaikan langsung oleh Dewi di hadapan majelis hakim, kemarin.

Dewi meminta hakim untuk bisa mempertimbangkan latar belakang Sumiatun membunuh bayinya tersebut. “Intinya kami memohon untuk diberikan keringanan hukuman terhadap terdakwa (Sumiatun, Red),” ujarnya kepada koran ini seusai persidangan.

Meskipun mengaku menghargai tuntutan yang diberikan JPU, Dewi menilai tuntutan yang diberikan JPU masih terlalu tinggi untuk Sumiatun. “Kasihan (Sumiatun) sebenarnya. (Tuntutan) masih terlalu berat, kami memohon keringanan,” dalih Dewi.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia