Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

BPBD Minta Perbaikan Plengsengan Dikebut

07 November 2019, 11: 11: 56 WIB | editor : Adi Nugroho

Plengsengan

RAWAN KENA BANJIR: Pembangunan plengsengan di Pace belum tuntas hingga November ini. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

PACE, JP Radar Nganjuk-Sejumlah proyek perbaikan plengsengan yang belum tuntas hingga minggu pertama November ini jadi perhatian badan penanggulangan bencana daerah (BPBD). Mereka meminta rekanan segera menuntasnya dalam beberapa minggu ke depan. Sebab, jika terlambat, proyek tersebut terancam terkena air bah di aliran sungai.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Nganjuk Nugroho mengungkapkan, beberapa proyek perbaikan plengsengan di sungai Bodor, Pace, dan jembatan di Desa Bajulan, Loceret masih belum selesai. “Idealnya proyek sudah selesai Oktober kemarin,” ujar Nugroho.

Lebih jauh Nugroho mengungkapkan, selama ini pengerjaan proyek di sepanjang aliran sungai itu tidak ada yang berkoordinasi dengan BPBD. Padahal, koordinasi itu sangat penting agar proyek yang sedang berlangsung tidak terdampak bencana banjir.

Dikatakan Nugroho, perubahan cuaca kali ini terjadi di luar prediksi. BPBD yang berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) awalnya memperkirakan hujan turun pada dasarian III November. Tetapi, pada dasarian I bulan ini telah turun hujan di beberapa wilayah.

Peralihan dari musim kemarau ke musim hujan ini mengancam beberapa proyek di aliran sungai. “Paling penting adalah waspada hujan lebat yang terjadi dalam waktu singkat dan disertai dengan angin kencang dan petir,” terangnya.Seperti yang terjadi pada tahun lalu, sungai Bodor kerap meluap pada awal-awal musim hujan. Hal inilah yang dikhawatirkan Nugroho. Struktur bangunan bisa jebol bila plengsengan atau jembatannya belum selesai dikerjakan. “Terjangan air sungai seperti di sungai Bodor sangat mungkin merusak bangunan yang tidak kuat,” tuturnya. 

Selain bangunan plengsengan di sungai Bodor, proyek pengerjaan jembatan di Desa Bajulan, Loceret juga menjadi perhatian BPBD. “Di sana sungainya dibendung untuk jalan sementara,” bebernya.

Nugroho khawatir saat terjadi hujan lebat airnya tergenang karena jalan sementara itu melintang di tengah sungai Bajulan. Jika tidak kuat menahan tekanan air sungai, jalan sementara itu bisa putus. Hal itu bisa menyebabkan terjadinya banjir besar di hilir sungai. “Informasinya bangunan jembatan belum tersambung. Ini berbahaya. Kami akan koordinasikan dengan rekanan,” tandasnya.

Selain beberapa proyek tersebut, Nugroho juga fokus penanganan pencegahan banjir di dalam kota. “Solusi pencegahan banjir dalam kota ini normalisasi sungai,” terangnya. Dalam waktu dekat, Nugroho juga akan melakukan inventarisasi proyek-proyek di aliran sungai.

Pantauan koran ini, plengsengan di sungai Bodor, Pace juga belum selesai hingga kemarin. Rekanan baru memasang separo konstruksi plengsengan. Diperkirakan proyek baru akan tuntas minggu depan jika dikebut oleh pelaksana proyek.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia