Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Tinggalkan Bangku Kuliah, Demi Jadi Polisi

06 November 2019, 10: 35: 09 WIB | editor : Adi Nugroho

Sosok

SOSOK: Kasatresnarkoba Polres Nganjuk Iptu Pujo Santoso. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

Menjadi seorang polisi nyaris tidak terlintas di benak Pujo Santoso semasa kecil. Bahkan, setelah lulus sekolah menengah atas pun ia lebih memilih untuk berkuliah. Kota Apel Malang yang ditujunya untuk menuntut ilmu. “Dulu saya mengambil jurusan teknik mesin,” ujar Pujo kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

Kampus ITN Malang adalah lembaga yang dipilihnya. Pada tahun 1994 ia menginjakkan kakinya yang pertama di sana sebagai mahasiswa. Namun, garis takdir telah ditetapkan. Nampaknya, Pujo memang tidak ditakdirkan menjadi seorang sarjana teknik.

Kuliahnya di sana hanya bertahan hingga semester keempat saja. Lalu, pada semester lima ia memutuskan untuk mengambil cuti atau terminal. “Saya dulu kuliah protol (keluar, Red) di tengah jalan (perkuliahan, Red),” aku pria asli Desa Kapas, Sukomoro tersebut.

Sekilas, keputusannya tersebut terbilang nekat. Meninggalkan bangku kuliah. Terlebih, jurusan yang diambilnya tidak main-main. Jurusan teknik mesin. Namun, hal itu tidak dilakukannya tanpa alasan yang jelas.

Pujo memilih untuk cuti dari perkuliahan dan mendaftar menjadi seorang polisi. Sebuah tekad yang diakuinya tiba-tiba tumbuh begitu saja. Entah kenapa keinginan menjadi seorang polisi begitu menggelora di dadanya.

Tekad kuatnya pun tak terhentikan. Dengan sedikit nekat, ia mencoba kesempatan untuk mengabdi kepada negara. “Seingat saya tahun 1996 saya daftarnya,” imbuh bungsu dari tiga bersaudara tersebut.

Meskipun mendapat restu penuh dari sang Ibu, niat Pujo sempat ditentang oleh sang Ayah. Namun, ia tetap nekat mendaftar. Bahkan, dalam percobaan pertamanya mendaftar sebagai polisi itu, ia langsung diterima. Tidak seperti kebanyakan orang yang membutuhkan waktu lebih dari sekali. “Saya daftar ya sekali itu,” timpal ayah dua orang putra tersebut.

Setahun kemudian pendidikannya selesai. Pujo resmi menjadi seorang polisi. Perjalanan karirnya pun dimulai. Ia pernah berdinas di wilayah Madiun dan Nganjuk. Berbagai tingkat jabatan pun pernah diembannya. Hingga kini, ia dipercaya menjadi kasatresnarkoba Polres Nganjuk.

“Setelah mengetahui karir saya di kepolisian, Ayah langsung mengerti. Ia langsung mendukung penuh,” ungkap perwira berpangkat inspektur polisi satu (Iptu) tersebut.

Berkarir sebagai polisi dengan tugas memberantas peredaran narkoba, Pujo banyak berurusan dengan para kriminal. Mulai dari pengedar hingga bandar. Ia tahu betul bagaimana narkoba memberi efek buruk pagi penggunanya.

Oleh karena itu, ia selalu berpesan terutama kepada generasi muda untuk menjauhi narkoba. “Sekali terjerat, akan susah lepasnya. Kalau tidak dari keinginan dan hatinya sendiri untuk sembuh, tidak akan bisa,” pesan pria kelahiran 1976 tersebut.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia