Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Gagas Pembangunan Bendungan Margopatut

Anggarkan Rp 3,5 Miliar untuk DED Tahun Depan

06 November 2019, 10: 14: 02 WIB | editor : Adi Nugroho

Bendungan

MEGAPROYEK: Kepala Bappeda Adam Muharto menunjukkan gambar bendungan Margopatut. Tahun depan pemkab akan melakukan detail engineering design bendungan. (Sri Utami - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Kabupaten Nganjuk bakal memiliki dua bendungan besar. Selain bendungan Semantok yang ditargetkan tuntas tahun 2021, kini Pemkab Nganjuk menggagas pembangunan bendungan Margopatut. Tahun depan mereka akan melakukan detail engineering design dengan dana Rp 3,5 miliar.

Bupati Novi Rahman Hidhayat mengatakan, pembangunan bendungan Margopatut itu sudah dikoordinasikan dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. “Nanti (pembangunan bendungan Margopatut, Red) akan jadi proyek strategis nasional,” ujar bupati muda itu.

Lebih jauh Novi mengungkapkan, seperti halnya bendungan Semantok, bendungan Margopatut akan sangat bermanfaat bagi warga. Selain untuk kebutuhan irigasi lahan pertanian, bendungan juga berfungsi untuk mencegah banjir.

Bendungan

(Grafis: Nakula Agie Sada - radarkediri.id)

Yang lebih penting, dengan ketinggian bendungan yang mencapai 100 meter, bendungan Margopatut juga bisa memproduksi listrik. “Itu nanti (bendungan Margopatut, Red) akan lebih besar dari Semantok,” terangnya.

Terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Nganjuk Adam Muharto menambahkan, pihaknya sudah melakukan studi kelayakan proyek alias feasibility study pada 2008 lalu. Saat itu, kebutuhan dana pembangunan bendungan Margopatut mencapai Rp 1,038 triliun. “Kemungkinan sekarang bisa mencapai sekitar Rp 2 triliun,” ungkapnya.

Terkait pendanaan pembangunan bendungan, menurut Adam seperti halnya Semantok akan diserahkan kepada pusat. Adapun Pemkab Nganjuk melakukan DED, sertifikasi desain, hingga persiapan lainnya. Sebab, jika pembangunan fisik menggunakan dana APBD, dipastikan tidak mencukupi.

Adam membenarkan pernyataan Bupati Novi tentang ukuran bendungan Margopatut  yang jauh lebih besar dari Semantok. Menurutnya tak hanya ketinggian bendungan saja yang mencapai 100 meter. Tetapi, badan bendungan dan genangan mencapai 131 hektare.

Setelah dilakukan DED tahun depan, Adam berharap bendungan Margopatut bisa segera terealisasi. “Harapannya bisa mulai dikerjakan tahun 2021,” tandas Adam.

Melihat respons Pemprov Jatim, Adam optimistis proyek yang digadang-gadang masuk proyek strategis nasional (PSN) itu bisa terealisasi dengan lancar. “Nanti juga bisa dikembangkan menjadi potensi wisata di wilayah selatan. Manfaat bendungan ini akan sangat luas,” urainya tentang proyek yang membutuhkan lahan seluas sekitar 250 hektare itu.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia