Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Dibangun 2018, SPAM Patianrowo Tak Berfungsi

Ketinggian Sungai Brantas Tak Mencukupi

06 November 2019, 09: 56: 24 WIB | editor : Adi Nugroho

PDAM

BELUM BERFUNGSI: Petugas PDAM Unit Kertosono mengecek pompa air di SPAM Patianrowo. Bantuan dari Kementerian PUPR 2018 lalu itu belum bisa dioperasionalkan hingga sekarang. (Sri Utami - radarkediri.id)

Share this          

KERTOSONO, JP Radar Nganjuk-Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Ibu Kota Kecamatan (IKK) Patianrowo milik PDAM Nganjuk, mangkrak. Bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2018 lalu itu belum bisa dioperasikan karena sejumlah kendala. Di antaranya, ketinggian air sungai Brantas yang turun.

Untuk diketahui, SPAM IKK Patianrowo merupakan bantuan dari Kementerian PUPR 2018 lalu. Sesuai yang tertera di situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kementerian PUPR, paket bantuan untuk Kabupaten Nganjuk itu termasuk paket total 14 SPAM di Jawa. Nilai harga perkiraan sendiri (HPS) untuk belasan SPAM mencapai Rp 80 miliar.

SPAM

(Grafis: Nakula Agie Sada - radarkediri.id)

Setelah selesai dibangun akhir 2018 lalu, sarana pengolahan air minum yang terkomputerisasi itu belum kunjung bisa dimanfaatkan. Pantauan koran ini, seperangkat pipa lengkap dengan sarana pengolahan air di Kertosono itu memang belum beroperasi.

Demikian juga dengan seperangkat komputer dan laboratorium pengolahan air di gedung PDAM Unit Kertosono. Direktur PDAM Nganjuk Tirto yang dikonfirmasi tentang operasional SPAM IKK Patianrowo mengungkapkan, secara prinsip peralatan tidak ada masalah. “Bisa beroperasi. Peralatan siap beroperasi,” ungkap Tirto sembari menyebut PDAM sudah melakukan uji coba pada Maret lalu.

Mengapa hingga November ini belum kunjung dioperasikan? Tirto mengatakan, masalahnya ada pada gangguan air baku sungai Brantas. Menurut Tirto, ketinggian air Brantas turun. Sehingga, tidak bisa diolah.

Tidak hanya itu, pipa hisap milik PDAM yang ditanam di sungai Brantas juga terkena lumpur saat banjir beberapa waktu lalu. “Sampai sekarang belum bisa dibersihkan. Orang yang biasa mengambil pasir di Brantas juga tidak berani karena arusnya tinggi,” lanjutnya.

Berbagai permasalahan terkait operasional SPAM IKK Patianrowo itu, tutur Tirto, akan dibahas bersama Perum Jasa Tirta. “Solusinya bagaimana nanti akan dirumuskan. Sungai Brantas kan kewenangannya Jasa Tirta,” terang Tirto.

Terkait masalah ketinggian air Brantas yang tak mencukupi, Tirto berujar ada beberapa solusi yang bisa ditempuh. Misalnya, meninggikan tanggul agar ketinggian air mencukupi. Opsi-opsi itulah yang masih akan dibahas dengan pihak Jasa Tirta.

Lebih jauh Tirto menjelaskan, operasional SPAM IKK Patianrowo akan sangat membantu penyediaan air bersih warga di sana. Sebab, kapasitas airnya mencapai 40 liter per detik.

Idealnya, kapasitas satu liter air per detik cukup untuk 80 sambungan rumah. Sehingga, operasional SPAM dari Kementerian PUPR itu bisa mencukupi kebutuhan air sebanyak 3.200 sambungan rumah. Itu belum termasuk kapasitas air dari pompa PDAM sebesar 25 liter per detik. “Nanti (operasional SPAM, Red) untuk pengembangan di Patianrowo,” tandas Tirto sembari menyebut kualitas air yang diolah dari sungai Brantas itu nantinya akan jauh lebih baik.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia