Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

JPU Tetap Pegang Tuntutan

Sutiwo Direncanakan Hadapi Vonis Rabu Besok

05 November 2019, 14: 21: 22 WIB | editor : Adi Nugroho

Vonis

TUNGGU VONIS: Sutiwo, terdakwa kasus pembunuhan Vicky Febrin Piawai meninggalkan ruang sidang Cakra, PN Nganjuk. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyampaikan tanggapan atas pembelaan terdakwa Sutiwo, dalam sidang lanjutan di PN Nganjuk kemarin. Mereka menegaskan tetap pada tuntutan semula.

JPU Endang Dwi Rahajoe menilai perbuatan Sutiwo telah memenuhi unsur dalam pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. “Kami tetap pada tuntutan yang kami bacakan beberapa waktu lalu,” ujar Endang.

Endang mengaku tak sepakat dengan beberapa argumen yang diungkapkan di pembelaan. Di antaranya, terkait pernyataan bahwa Sutiwo tidak turut serta dalam pembunuhan Vicky Febrin Piawai.

Sesuai fakta persidangan, Endang meyakini bahwa peran Sutiwo sudah sesuai dengan apa yang didakwakan. “Dia kan sudah memfasilitasi pembunuhan tersebut. Menurut kami itu semua telah memenuhi unsur-unsur (pasal 340),” paparnya.

Jaksa menuntut Sutiwo kurungan penjara selama 15 tahun. Jaksa menjerat anggota Satlantas Polres Nganjuk itu dengan pasal 340 KUHP. Jaksa menilai dari keterangan para saksi yang dihadirkan terdapat sebuah kesesuaian.

Hal itu jadi sebuah petunjuk yang mengarah pada keterlibatan Sutiwo dalam kasus pembunuhan tersebut. Karenanya, jaksa mantap menjerat Sutiwo dengan pasal 340 KUHP. Pasalnya, jaksa menilai bahwa terdapat unsur kesengajaan dan perencanaan dalam aksi tersebut.

Lebih lanjut, ada beberapa faktor yang memberatkan Sutiwo sehingga jaksa menuntutnya selama 15 tahun penjara. Tak hanya perbuatan Sutiwo mengakibatkan hilangnya nyawa Vicky. Melainkan, latar belakang Sutiwo sebagai aparat penegak hukum pun juga menjadi soal. “Tinggal nanti dilihat saja waktu persidangan putusannya,” imbuh Endang yang membacakan tanggapan sebanyak tiga lembar itu.

Sebelumnya, Penasihat Hukum Sutiwo Ahmad Yani berdalih tidak ada bukti maupun saksi yang mengarahkan pada Sutiwo sebagai otak pembunuhan. Apalagi, hingga kini Supriyadi, orang yang diduga sebagai eksekutor Vicky masih ada dalam daftar pencarian orang (DPO).

Oleh karena itulah, pihaknya menilai bahwa pasal 340 KUHP yang didakwakan kepada Sutiwo tidak terbukti. Meski demikian, Yani mengaku menghormati keputusan jaksa. Usai sidang dengan agenda tanggapan JPU terhadap pembelaan terdakwa kemarin, sidang akan dilanjutkan Rabu (6/11) besok. Agendanya pembacaan vonis atau putusan.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia