Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Hama Ulat Serang Tanaman Jagung

Dispertan Petakan Lahan Pertanian Terdampak

05 November 2019, 14: 05: 33 WIB | editor : Adi Nugroho

Hama

DAUN RUSAK: Sugito, petani di Desa Sugihwaras, Patianrowo menunjukkan kondisi tanaman jagung yang terserang hama ulat. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

Share this          

PATIANROWO, JP Radar Kediri–Sejumlah petani yang menanam jagung masih belum terbebas dari ancaman hama ulat. Sebagian dari mereka bahkan harus mengalami gagal panen karena batang dan daun tanaman yang terserang langsung rusak.

          Seperti diakui oleh Sugito, 42. Petani asal Desa Rowomarto, Patianrowo in mengungkapkan, serangan hama ulat pada tanaman jagung seolah jadi momok bagi petani. “(Serangan hama ulat, Red) selalu terjadi pada tanaman jagung. Itu yang paling kerasa,” ujar Sugito ditemui di sawahnya.

          Lebih jauh Sugito mengungkapkan, serangan hama ulat terjadi sejak tanamannya berusia beberapa minggu. Saat jagung berusia 70 hari, serangannya mulai berkurang.

          Meski demikian, tetap saja banyak tanaman yang rusak akibat serangan hama ulat tersebut. “Kalau banyak yang rusak ya terpaksa dirombak. Tidak bisa panen kalau tidak ditanami lagi,” lanjutnya sembari menyebut ulat menggerogoti batang hingga patah.

          Karenanya, Sugito berharap pemerintah bisa membantu petani. Terutama mencarikan solusi agar hama ulat tidak menyerang tanaman jagung lagi.

          Terpisah, Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Nganjuk Judi Ernanto mengatakan, memasuki masa penanaman jagung, masalah hama ulat memang jadi hal yang meresahkan petani. Dinas pertanian, ungkap Judi, sudah melakukan pemetaan masalah hama ulat yang menyerang tanaman jagung petani di Nganjuk. “Sudah berkoordinasi dengan pihak UPT untuk mengatasi masalah hama pada jagung,” terang Judi.

          Dikatakan Judi, beberapa waktu lalu juga sudah ada laporan dari sejumlah lahan pertanian yang diserang ulat. Menindaklanjuti hal ini, dinas pertanian sudah menyalurkan obat hama. “Hama ulat ini tidak dipengaruhi cuaca. Serangan bisa kapan saja,” urainya. (syi/ut)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia