Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Jaksa Periksa Berkas Pembunuhan Damin

05 November 2019, 13: 58: 18 WIB | editor : Adi Nugroho

Damin

TUNGGU PROSES: Supar, tersangka pembunuh Damin, saat mengikuti rilis kasus di Mapolres Nganjuk dua bulan silam. (Doumen Jawa Pos Radar Nganjuk - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Penanganan kasus pembunuhan Damin, 69, dengan tersangka Supar, 48, yang tak lain adalah keponakannya sendiri, masih terus berjalan. Setelah melakukan penyidikan terhadap pria asal Desa Musirlor, Rejoso itu, penyidik Satreskrim Polres Nganjuk melimpahkan berkasnya ke Kejari Nganjuk.

          Kasatreskrim Polres Nganjuk Iptu Nikolas Bagas Yudhi Kurniawan mengungkapkan, penyidik sudah menyerahkan berkas ke Kejari Nganjuk sekitar seminggu lalu. “Sekarang masih dalam tahap penelitian di sana,” ujar Nikolas.

Terkait pasal yang digunakan polisi untuk menjerat Supar, Nikolas mengakui menggunakan pasal 338. Pasalnya, pihaknya menilai bahwa pembunuhan tersebut dilakukan secara spontan. Tanpa ada perencanaan terlebih dahulu.

Terpisah, Kasi Pidum Kejari Nganjuk Roy Ardian Nur Cahya menjelaskan, timnya tengah meneliti berkas yang diterima dari satreskrim tersebut. “Benar, sudah kami terima (berkas perkara Supar, Red). Sekarang jaksa masih menelitinya,” imbuh Roy kepada koran ini.

Bagaimana hasil penelitian berkas kasus yang sempat menghebohkan warga Rejoso itu? Ditanya demikian, Roy mengaku belum bisa membeberkan. Meski demikian, menurutnya jaksa penuntut umum tidak menemukan kesulitan dalam prosesnya.

Sebab, kasus pembunuhan oleh Supar itu dinilai cukup terang. “Saksi-saksi juga banyak. Jadi kemungkinan berkasnya tidak begitu bermasalah,” tandas pria asli Ngronggot itu sembari menyebut penelitian berkas tidak akan memakan waktu lama.

Jika penyidik satreskrim hanya menjerat dengan pasal 338 KUHP, menurut Roy JPU juga akan menjerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. “Kami gunakan pasal 340 KUHP (juga). Jadi, (pasal) 338 KUHP kami lapis (pasal) 340 KUHP juga,” pungkas Roy.

Seperti diberitakan, kasus pembunuhan itu awalnya dilatarbelakangi utang piutang. Supar yang memiliki utang Rp 23 juta diminta mengembalikan Rp 200 juta oleh Damin.

Perselisihan keponakan dan paman itu meruncing setelah Damin nekat membangun septic tank di tanah yang menjadi jaminan utang tersebut. Mendengar jawaban korban yang merasa sudah menguasai tanah tersebut, Supar berang. Ia keluar rumah membawa parang lalu mendekati korban. Kedua lelaki yang masih ada ikatan saudara itu bertengkar.

Lantaran sudah terbawa emosi, Supar yang mendekati korban sambil mengomel kemudian menebas leher Damin hingga tersungkur. Dalam pemeriksaan, diketahui jika Supar membacok Damin sebanyak empat kali. Tetapi, hanya tiga bacokan yang bisa mengenai. Sebab, di bacokan pertama Damin berhasil menghindar.

Akibat bacokan tersebut, Damin mengalami luka berat di leher, kepala dan kaki. Hasil otopsi menyebutkan, tulang belakang leher Damin patah dan urat pernapasannya putus hingga dia tewas. (tar/ut)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia