Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Events

Pakai Sarung, Wali Kota Kediri dan Ribuan Warga Ikuti Jalan Sehat

04 November 2019, 12: 25: 24 WIB | editor : Adi Nugroho

jalan sehat sarungan

JALAN BARENG: Wali Kota Abdullah Abu Bakar berjalan beriringan dengan Gus Lik saat mengikuti Jalan Sehat Sarungan kemarin. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Sarungan bukan hanya sekadar cara berbusana saja. Bagi warga Kediri, sarungan sudah menjadi budaya. Yang harus dipertahankan keberlangsungannya.

Sarungan, juga menjadi simbol ilmu dan wawasan agama. Sebab, sarungan juga identik dengan santri dan pondok pesantren. 

Hal itulah yang ditekankan oleh Wali Kota Abdullah Abu Bakar di depan ribuan peserta Jalan Sehat Sarungan yang start-nya di depan Stadion Brawijaya kemarin (3/11). “Sarungan ini sudah menjadi budaya kita. Jadi harus kita lestarikan terus,” tegas Abu sebelum mengibarkan bendera start.

Kepada ribuan peserta, Abu berpesan, agar warga Kota Kediri lebih meningkatkan kemampuan dan pemahaman pada ilmu agama. Karena ilmu agama bisa menjadi salah satu upaya meminimalisasi ekses buruk berita hoax yang marak di media sosial (medsos).

Salah satu bentuk memperdalam ilmu agama itu adalah dengan menyempatkan diri mengaji. “Bisa di TPQ (taman pendidikan Alquran, Red),” sarannya.

Syukur-syukur, tambah Abu, masyarakat bisa mondok ke pondok pesantren (ponpes). Sehingga, selain menambah ilmu dan wawasan, santri tidak mudah terpancing dengan berita hoax. “Sekarang banyak berita hoax. Cara menanggkalnya dengan memperbanyak wawasan,” terang Abu.

Acara Jalan Sehat Sarungan kemarin merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada 22 Oktober lalu. Namun, di Kota Kediri, rangkaian perayaannya terus berjalan hingga kemarin. Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Pemkot Kediri dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kediri. Berpusat di depan stadion yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani.

Acara dibuka sekitar pukul 06.30 WIB. Hadir mewakili pemkot adalah Wali Kota Abdullah Abu Bakar dan Wakil Wali Kota Lilik Muhibbah. Selain itu, ada pula KH Muhammad Douglas Thoha Yahya alias Gus Lik dan Ketua PCNU Kota Kediri Abu Bakar Abdul Jalil alias Gus Ab.

Mas Abu –sapaan wali kota- mengibarkan bendera start dari depan stadion. Setelah itu, wali kota bersama Gus Lik dan rombongan forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) ikut berjalan bersama peserta lain yang berjumlah lebih dari 5 ribu  orang itu. Sesuai tema, semua peserta, terutama pria, wajib mengenakan sarung.       

Rute jalan sehat itu menempuh jarak sekitar 4 kilometer (km). Dari depan stadion, peserta berjalan melewati Jalan Pahlawan Kusuma Bangsa, Jalan Erlangga, dan Jalan Hayam Wuruk. Setelah belok ke kanan lewat Jalan Pemuda, mereka melewati Jalan Teuku Umar dan Jalan Imam Bonjol. Terakhir mereka finish di depan stadion lagi.

Abu mengatakan, Jalan Sehat Sarungan di Kota Kediri sudah memasuki tahun keempat. Sebagai daerah yang memiliki banyak pondok pesantren (pesantren), pemkot sangat mendukung kegiatan tersebut.

Sementara itu, Ketua PCNU Kota Kediri Gus Ab mengatakan, kegiatan Jalan Sehat Sarungan tidak hanya diikuti warga Kota Kediri. Beberapa peserta datang dari luar kota seperti Nganjuk dan Lamongan. “Rata-rata memang dari nahdliyin,” kata Gus Ab.

Untuk perserta dari Kota Kediri, peserta berasal dari ponpes dan warga nahdliyin. Mulai dari pengurus majelis wakil cabang (MWC) kecamatan, ranting kelurahan,  dan organisasi otonom (ortom) NU.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia