Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Atap Kelas SDN Babadan 1 Ambruk

04 November 2019, 12: 05: 11 WIB | editor : Adi Nugroho

sd ambruk

AMBRUK: Penjaga sekolah melihat sisa-sisa reruntuhan atap kelas 4. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

PATIANROWO, JP Radar Nganjuk - Atap ruang kelas SD ambruk kembali terulang. Kali ini terjadi di SDN Babadan 1, Kecamatan Patianrowo, Jumat lalu (1/11). Diduga, atap ruang kelas ambruk karena rangka kayu sudah lapuk. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

           Kepala SDN Babadan 1 Wariadi mengatakan,  saat kejadian, tidak ada siswa ya di sekolah. Begitu pula dengan para guru. “Hanya ada salah satu guru yang masih ada di sini. Dia yang pertama tahu (atap ambruk),” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Nganjuk saat ditemui di ruangannya, kemarin siang.

Dia melanjutkan, ruang kelas yang ambruk tersebut dulunya digunakan untuk siswa kelas 4. Namun, dalam satu jajar atap tersebut terdapat total tiga ruang kelas. Yakni, kelas 4, 5, dan 6.

Wariadi menerangkan, saat kejadian sempat turun gerimis. Namun tidak berlangsung lama. “Seperti mendengar suara guntur. Kebetulan pas mendung gelap. Setelah dilihat ternyata atap kelas ambruk,” tambahnya.

Atap di ruang kelas 4 ambruk total. Sedangkan dua ruang kelas lainnya masih utuh. Namun, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, kedua ruang lainnya pun turut dikosongkan. Pihak sekolah dan orang tua murid tidak setuju mencarikan ruang belajar sementara untuk para murid di sana.

Pria asli Begadung, Nganjuk ini mengatakan, sekolah sejatinya sudah jauh hari curiga dengan kondisi bangunan. Atap ketiga ruang itu memang terlihat tidak rata pada beberapa titik. “Saya lihat kok atapnya sudah mulai melengkung. Saya sempat coba suruh tukang mengecek. Ternyata kayunya beberapa sudah lapuk,” ungkap Wariadi.

Pada Februari lalu, Wariadi memutuskan untuk mengungsikan sementara siswa kelas 4 saja. Pasalnya, atap di kelas tersebut memang yang paling parah.

Para siswa pun sempat ditempatkan di ruang perpustakaan sekolah hingga tahun ajaran selesai. Kemudian pada tahun ajaran baru, Juli lalu, siswa kelas 4 ditempatkan di ruang kelas 2. Sementara murid kelas 2 dan 1 digabung satu ruang. Tetapi dibedakan kelas pagi dan siang.

Keputusan memindahkan ruang kelas tersebut tepat. Sebab, semua dokumen dan bangku siswa sudah dipindahkan sebelumnya.“Hanya ada beberapa meja, kursi, dan lemari yang ada di ruang tersebut,” katanya.

Sementara itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Nganjuk sudah melihat lokasi insiden tersebut. Kepala Disdik Nganjuk M. Yasin bersama beberapa stafnya melakukan pengecekan.

“Kami sudah meminta pihak sekolah untuk mengosongkan ruang kelas di sana,” ujar Kasi Sarpras Disdik Nganjuk Restiyan Effendi kepada koran ini. Pihaknya pun telah mengirimkan beberapa tukang untuk mengosongkan ruang tersebut. Berdasar pantauan koran ini, para pekerja memindahkan meja dan kursi yang ada di sana.

Terkait rehabilitasi gedung tersebut, Restiyan mengatakan, disdik akan menindaklanjutinya. “Akan kami anggarkan tahun depan,” katanya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia