Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Events

Semangat Toleransi lewat Parade Beduk

04 November 2019, 11: 33: 44 WIB | editor : Adi Nugroho

parade beduk

MENARIK PERHATIAN: Salah satu rombongan santri menabuh beduk di atas bak kendaraan terbuka dalam kegiatan Parade Beduk. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Semangat toleransi warga Kota Kediri sangat tinggi. Hal itu salah satunya ditunjukkan lewat kegiatan Parade Beduk yang diinisiasi pemkot dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) kemarin. Selain kirab dan pemukulan beduk, pertunjukan barongsai ikut meramaikan puncak acara Hari Santri itu.

Kegiatan parade dimulai sekitar pukul 14.00. Start dimulai dari aula Al Muktamar Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo. Setelah itu, ribuan peserta yang menumpang mobil terbuka berjalan melalui rute yang ditentukan. Dari Jl dr Saharjo kemudian lewat perempatan Sukorame sampai ke Jl Veteran.

Setelah itu, rombongan melewati Jembatan Brawijaya dan Jl Diponegoro. Sebelum finis di depan Stadion Brawijaya, Jl Ahmad Yani, ribuan peserta melintasi Jl Hasanudin, Jl Teuku Umar, dan Jl Imam Bonjol. Peserta berasal dari pengurus majelis wakil cabang (MWC), ranting, dan organisasi otonom (ortom) PC NU.

Saat tiba di depan stadion, para santri itu disambut tarian barongsai. Selain itu, drum band dari sekolah Nasrani juga ikut menyambut kedatangan rombongan pawai penabuh beduk.

“Kami ingin menunjukkan semangat toleransi di Kota Kediri,” kata Kepala Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri Nur Muhyar.

Dia mengungkapkan, kegiatan Parade Beduk melibatkan pemeluk agama lain. Dengan keterlibatan mereka, pihaknya ingin membangun kehidupan bertoleransi di Kota Tahu. “Jadi semua umat (beragama) ikut meramaikan kegiatan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PC NU Kota Kediri Abu Bakar Abdul Jalil mengatakan, Parade Beduk merupakan puncak acara Hari Santri yang diperangati pada 22 Oktober lalu. Tujuannya tentu saja sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. “Kami bentuk syukur kami dalam peringatan Hari Santri,” ungkap pria yang akrab disapa Gus Ab ini.

Kenapa Parade Beduk yang dipilih? Gus Ab mengungkapkan, beduk identik dengan kehidupan para santri di ponpes. Selain itu, santri juga memiliki andil dalam kemerdekaan Republik Indonesia (RI). “Kontribusi mereka sangat besar dalam berdirinya negara ini,” terangnya.

Saat ini, lanjut dia, santri punya peran lain dalam mengisi kemerdekaan. Mereka memang tidak lagi berjuang di medan perang. Tetapi lewat belajar di ponpes, santri dapat meningkatkan keilmuan mereka. “Bisa membantu membangun bangsa,” terang Gus Ab.

    Lebih jauh Gus Ab mengatakan, santri juga ikut menyumbang peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) di Kota Kediri. Di ponpes, mereka belajar dan mengajar di taman pendidikan Alquran (TPA). “Jadi secara tidak langsung kehidupan santri menyumbang IPM di kota (Kediri),” kata Gus Ab.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia