Kamis, 23 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Sambung Jalur, KA Terlambat

Kebut Pengerjaan, Kerahkan Ratusan Orang

31 Oktober 2019, 15: 08: 25 WIB | editor : Adi Nugroho

KA

DIKEBUT: Sekitar 200 pekerja melakukan penyambungan jalur di stasiun Kertosono. Proses switch over itu membuat sejumlah kereta api datang terlambat kemarin pagi. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

KERTOSONO,JP Radar Nganjuk-Penggunaan jalur ganda kereta api (KA) di hari pertama kemarin tidak berjalan mulus. Penyambungan jalur baru ke jalur lama yang dilakukan di stasiun Kertosono kemarin, membuat empat KA datang terlambat lebih dari 20 menit. Bahkan, ada satu KA yang terlambat hampir satu jam.

Empat KA yang datang terlambat adalah KA 42C Gajayana Gambir-Malang, KA 176A Brantas Pasar Senen-Blitar, KA 142 Majapahit Pasar Senen-Malang, dan KA 182A Kahuripan Kiaracondong Bandung-Blitar. Idealnya, KA Gajayana tiba di stasiun Kertosono pukul 05.38, tetapi baru tiba pukul 05.58 atau terlambat 20 menit.

Selanjutnya,  KA Brantas yang seharusnya tiba pukul 06.02, baru tiba pukul 06.28 atau terlambat 26 menit.  Selanjutnya, KA Majapahit yang seharusnya tiba pukul 06.24 juga terlambat selama 20 menit. Kemudian, KA Kahuripan yang seharusnya tiba pukul 06.43, terlambat 27 menit. “Memang ada empat KA yang datang terlambat sekitar 20 menit,” ujar Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko.

Lebih jauh Ixfan mengatakan, keterlambatan paling lama dialami KA 50A Turangga Bandung-Surabaya. KA ini seharusnya masuk stasiun Kertosono pukul 06.53. Tetapi, kemarin baru tiba pukul 07.50 atau terlambat selama 57 menit.

Keterlambatan sejumlah KA kemarin pagi, diakui Ixfan akibat pengerjaan penyambungan jalur dari jalur lama ke jalur baru. “Pekerjaan tadi (kemarin, Red) dikebut. Ada sekitar 200 orang yang dilibatkan untuk menyambung jalur,” lanjut Ixfan.

PT KAI bersama pelaksana proyek memantau langsung proses penyambungan jalur tersebut. Tujuannya, agar pengerjaan sesuai dengan standar, operasional dan prosedur (SOP). Mulai dari material yang dibutuhkan, kondisi semua alat, hingga kesiapan jalur saat kondisi normal dan darurat. “Semua sudah oke, tidak ada masalah,” bebernya.

Meski sempat ada beberapa kereta yang terlambat, Ixfan bersyukur penyambungan jalur ganda bisa terlaksana. Terkait adanya keterlambatan, menurutnya PT KAI sudah menyampaikan permohonan maaf kepada para penumpang.

Dikatakan Ixfan, ada beberapa hal yang membuat KA datang terlambat kemarin pagi.Selain penyambungan jalur, kemarin PT KAI menerapkan pembatasan kecepatan. Sehingga, otomatis berdampak pada waktu tempuh.

 “Proses switch over (SO) tadi (kemarin, Red) memang membutuhkan waktu agak lama,” terang Ixfan sembari menyebut pihaknya melibatkan banyak pekerja untuk mempercepat penyelesaiannya.

Setelah dilakukan switch over pada segmen jalur ganda Stasiun Baron, Kertosono, Sembung, dan Jombang sepanjang 22 kilometer, waktu tempuh KA diharapkan bisa terpangkas lebih banyak. Setidaknya ada 29 persilangan yang hilang setelah operasional jalur ganda dari Stasiun Jombang, stasiun Baron hingga stasiun Geneng. “Itu memperpendek waktu tempuh KA, diprediksi waktu tempuh bisa lebih cepat sekitar 10 menit sampai 15 menit dari waktu normal,” beber pria asal Surabaya ini.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia