Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Show Case

Asuransi Astra Perkuat Layanan di Jatim

Potensi Besar, Resmikan Cabang di Kediri

30 Oktober 2019, 17: 48: 06 WIB | editor : Adi Nugroho

astra kediri

OPTIMISTIS: CEO PT Asuransi Astra Rudy Chen (tengah) memotong tumpeng disaksikan Kepala Cabang Asuransi Astra Kediri Andi Victory Bangun (dua dari kiri) dan Kabag Pengawasan IKNB OJK Kediri Tetra Yanuar (dua dari kanan) dalam peresmian kantor cabang Kedir (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri - Lesunya perekonomian nasional ternyata tidak melemahkan kinerja asuransi umum di Tanah Air. Buktinya, kinerja industri asuransi umum tumbuh signifikan. Bahkan naik hingga dua digit pada semester pertama 2019. Pertumbuhan itu diyakini akan terus terjadi hingga akhir tahun ini.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pendapatan premi industri asuransi umum sepanjang semester pertama 2019 mencapai Rp 40,13 triliun. Atau, tumbuh 17,8 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 34,04 triliun.

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) memperkirakan, pertumbuhan positif dua digit masih akan terjadi karena ada potensi besar yang bisa digarap.

Kondisi itulah yang mendorong PT Asuransi Astra melakukan penetrasi dan memperkuat layanannya di sejumlah daerah. Seperti yang dilakukan di Jawa Timur (Jatim) dengan mengoptimalkan kinerja cabang di Kediri. Kantor Asuransi Astra Cabang Kediri sebelumnya adalah Garda Center atau hanya unit layanan yang menjadi bagian dari Cabang Surabaya.

“Seiring bisnis yang semakin berkembang dan area kerja yang luas di Jawa Timur saat ini, menjadi alasan kami meningkatkan status unit layanan Garda Center menjadi kantor cabang yang berdiri sendiri di Kota Kediri,” tutur CEO PT Asuransi Astra Rudy Chen saat meresmikan Kantor Cabang Asuransi Astra Kediri di Kediri, Jatim, Selasa (29/10).

Dia berjanji untuk terus memberikan pelayanan terbaik kapan pun dan di mana pun kepada seluruh pelanggan dan stake holder di seluruh Indonesia. “Hal ini juga kami lakukan untuk menyesuaikan standardisasi kriteria excellence yang terus berubah dan berkembang dari zaman ke zaman,” papar Rudy. Untuk soal klaim, Rudy berkomitmen, akan memberikan layanan yang terbaik dan menjamin pemberian klaim dengan cepat.

Hal senada dikatakan Kepala Cabang Asuransi Astra Kediri Andi Victory Bangun. Menurut dia, potensi ekonomi Jawa Timur, khususnya Kediri yang besar, menjadi alasan ditingkatkannya status unit layanan di Kediri menjadi kantor cabang.

“Kami berharap, dengan adanya cabang Kediri, dapat memberikan layanan terbaik kepada pelanggan di area Kediri, Madiun, Ponorogo, Tulungagung, Blitar, Jombang, dan wilayah lainnya di sekitar kota-kota ini,” kata Andi dalam peresmian yang juga dihadiri Kabag Pengawasan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri Tetra Yanuar.

Ia menjelaskan, kantor cabang Kediri merupakan kantor cabang ketiga Asuransi Astra setelah Surabaya dan Malang. Pendapatan kantor ini masih di bawah cabang Surabaya dan Malang. Meskipun demikian, Kediri sangat potensial karena kota ini terus tumbuh.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terungkap, pertumbuhan ekonomi Kota Kediri pada 2018 lalu sebesar 5,42 persen. Tahun sebelumnya hanya 5,14 persen. Jumlah uang beredar berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku di Kota Kediri tercatat terus meningkat. Terbukti, dari 2016 yang hanya Rp 106,39 triliun, menjadi Rp 116,06 triliun pada 2017 dan naik menjadi Rp 128,29 triliun pada 2018.

Jumlah bank yang beroperasi di Kota Kediri juga terus bertambah. Dari 38 bank pada 2016 menjadi 46 bank pada 2018. Jumlah kantor cabang bank, baik bank pemerintah maupun swasta asing dan nasional, juga kian bertambah.

Pesatnya pertumbuhan bisnis di Kediri, bukan hanya dapat dilihat dari naiknya PDRB dan bertambahnya jumlah bank, tetapi jumlah ATM yang bertambah. Jika 2016 ATM masih ada 503 anjungan mandiri, pada Agustus 2019 sudah bertambah menjadi 521 ATM. Fakta itu memberi sinyal kuat, uang yang beredar atas pergerakan dan pertumbuhan bisnis terus bergerak naik. Termasuk bertambahnya jumlah kendaraan yang ada di Kediri. Ini merupakan potensi bagi asuransi umum.   

 

Perbaikan Kendaraan

BPS Kota Kediri juga menyebutkan ada tiga kategori ekonomi terbesar yang memberi kontribusi bagi perekonomian kota ini. Yakni, dari industri pengolahan yang menyumbang 81,17 persen. Lalu, perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor yang memberi kontribusi 9,79 persen. Dan, ketiga adalah sektor informasi dan komunikasi yang menyumbang 1,78 persen.

Tingginya kontribusi dari reparasi mobil dan sepeda motor itu merupakan peluang bagus untuk industri asuransi umum. Walaupun, saat ini penjualan otomotif nasional turun sekitar 13 persen. Meskipun penjualan turun, tetapi potensi proteksi untuk kendaraan bermotor tetap besar, mengingat masih tingginya angka kecelakaan dan banyaknya jumlah kendaraan dalam rentang waktu satu dekade ini.

Rudy Chen mengakui, kinerja Asuransi Astra tahun ini tertolong dengan lini bisnis asuransi komersial dan kesehatan. Hingga akhir tahun, asuransi kendaraan bermotor masih stagnan seiring dengan industri otomotif yang memang sedang lesu. Saat ini, Asuransi Astra berada di urutan ketiga asuransi umum di Indonesia dengan pangsa pasar 6 persen dengan pendapatan premi sepanjang Januari hingga Juni 2019 sebesar Rp 2,54 triliun. Atau, tumbuh 10,43 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,3 triliun. Mereka optimistis pendapatan premi hingga akhir tahun nanti bisa melampaui Rp 2,65 triliun.  

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia