Senin, 16 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Segmen Empat Selesai, Uji Jalur Baron-Jombang

Double Track Sepanjang 84 KM Tersambung

30 Oktober 2019, 13: 01: 16 WIB | editor : Adi Nugroho

KA

SIAP BEROPERASI: PT KAI Daop 7 melakukan uji coba jalur ganda segmen Baron-Jombang yang pengerjaannya sudah tuntas. Jalur double track itu bisa dioperasikan mulai hari ini. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

KERTOSONO, JP Radar Nganjuk-Proyek jalur ganda Baron-Jombang sepanjang 23 kilometer sudah siap beroperasi. Kemarin (29/10), Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Timur bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 7 Madiun melakukan uji track untuk memastikan kesiapan jalur.

Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko mengungkapkan, hasil uji track menggunakan rangkaian KA sebagai tahapan terakhir sebelum operasi jalur dilaksanakan. “Alhamdulillah uji beban rangkaian aman dan lancer. Tidak ada masalah,” ujar Ixfan kepada koran ini.

Dengan tersambungnya jalur ganda Baron-Jombang ini, otomatis empat segmen proyek jalur ganda yang menghubungkan Jombang-Nganjuk-Madiun juga tuntas.  “Panjang jalur ganda pada proyek strategis nasional jalur KA di lintas selatan pulau Jawa ini total 84 kilometer,” lanjut pria asal Surabaya ini.

Dikatakan Ixfan, sebelumnya proyek nasional itu dikerjakana sebanyak empat tahap. Pertama, segmen Baron-Nganjuk sepanjang 16 kilometer yang beroperasi sejak Maret.

Selanjutnya, segmen Nganjuk-Babadan sejauh 39 kilometer beroperasi mulai April. Segmen tiga untuk Babadan-Madiun sepanjang tujuh kilometer baru operasional pertengahan Oktober lalu.

Disusul segmen empat Jombang-Baron dengan panjang 22 kilometer. “Rencananya mulai beroperasi mulai besok,” terang Ixfan sembari menyebut segmen ini memiliki cakupan empat stasiun. Yaitu, Jombang, Sembung, Kertosono dan Baron.

Dengan tersambungnya jalur ganda itu, diharapkan bisa memangkas jarak tempuh. “Satu petak antarstasiun bisa lebih cepat sampai tiga menit,” terang pria berambut ikal ini sembari menyebut jarak tempuh lebih cepat karena tidak ada lagi persilangan.

Lebih jauh Ixfan menuturkan, ke depan frekuensi KA juga akan ditambah. Sehingga, lebih banyak masyarakat yang bisa memanfaatkan moda transportasi kereta api. 

Ixfan berharap, pemerintah daerah bisa mengajukan ke pemerintah pusat untuk memanfaatkan stasiun-stasiun di Nganjuk sebagai tempat naik-turun penumpang. Yaitu, seiring beroperasinya kereta api lokal. “Sangat potensi bila ingin menerapkan stasiun kerta api lokal, bisa dari Jombang sampai ke Solo,” tuturnya memberi contoh.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia