Jumat, 17 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Infrastruktur Kediri: Kebut Proyek Rehab Jalan dan Jembatan

26 Oktober 2019, 15: 08: 54 WIB | editor : Adi Nugroho

jembatan proyek

TAHAP PENGERJAAN: Jembatan Borolor di Kecamatan Purwoasri dalam tahap rehabilitasi. Ini jembatan penghubung Kabupaten Kediri dengan Jombang. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri tengah mengebut pekerjaan sejumlah proyek infrastruktur akhir 2019. Salah satunya berupa jalan dan jembatan. Ada puluhan yang tahun ini mendapat peremajaan.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Irwan Candra Wahyu Purnama mengatakan, selain jembatan utama di jalur kabupaten ada sejumlah jembatan desa yang kini tengah digarap. “Di antaranya yang ada di sepanjang proyek rigid pavement,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Proyek yang dimaksud memang ada di beberapa titik. Yakni di ruas Desa Tawang, Kecamatan Wates, ruas jalur uatama Pare-Plosoklaten, dan yang terbaru pengerjaan rigid pavement di jalur utama perbatasan Kabupaten Kediri dan Jombang. Lokasinya di wilayah utara Kecamatan Kunjang. “Di ruas itu ada pengerjaan jembatan, yakni di daerah Borolor,” jelas Irwan.

Untuk jembatan itu, targetnya selesai dalam waktu dekat. Ini seiring dengan perkembangan pengerjaan proyek pengecoran jalan yang rencanannya dilakukan multi tahunan.

Proyek itu, menurut Irwan, merupakan salah satu proyek strategis Kabupaten Kediri. Sebagai jalur utama di wilayah utara kabupaten. Rata-rata jalur itu digunakan akses lalu lintas perdagangan alternatif dari Jombang dan sekitarnya.

Untuk rehab jembatan, Irwan mengatakan, ada yang dilakukan pelebaran dan ada juga yang perbaikan bangunan bagian bawah bawah. “Pembangunan bagian bawah tersebut berupa pembenahan fondasi abutment atau bangunan pengaman jembatan berupa stordam,” terangnya

Terakhir, Irwan menerangkan, rehabilitasi yang dilakukan pada 2019 ini diutamakan di jalan kabupaten. Sebenarnya untuk jalan pedesaan ada beberapa. Namun pihak desa harus terlebih dahulu melakukan prosedur yang berlaku jika ingin jembatan di wilayahnya direhab. “Di jalan pedesaan dilakukan rehab jika ada usulan dari desa atau kecamatan,” tandasnya.

Menanggapi proyek peningkatan infrastruktur di Kabupaten Kediri ini, Jumianto, salah satu warga, mengaku bahwa infrastruktur merupakan hal yang penting. Ia menyebut, dengan infrastruktur yang baik, masyarakat semakin nyaman. “Yang jelas untuk jalan jembatan yang bagus akan mempermudah akses,” ujar pria yang juga pedagang tersebut.

Jumianto menambahkan, peningkatan infrastruktur utamanya di daerah perbatasan ini juga sangat membantu dalam hal perdagangan. Sebab, jika wilayah dengan akses yang mudah itu, tentu diharapkan mampu meningkatkan perekonomian warga sekitar. “Apalagi Kediri juga daerah yang lumayan banyak tempat wisata. Jadi kalau akses mudah diharapkan wisatawan juga meningkat,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia