Selasa, 21 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

UMK Nganjuk Diprediksi Naik Delapan Persen

Tim Disnakerkop UM dan DPK Masih Survei

26 Oktober 2019, 14: 48: 52 WIB | editor : Adi Nugroho

UMK

(Grafis: Nakula Agie Sada - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Upah minimum kabupaten (UMK) Nganjuk diprediksi akan naik sekitar delapan persen tahun depan. Pemkab berencana mengusulkan nilai UMK 2020 ke Pemprov Jatim pada Jumat (1/11) nanti.

          Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disnakerkop UM) Nganjuk Agus Frihannedy mengungkapkan, kenaikan UMK Kabupaten Nganjuk tahun 2020 nanti diprediksi sekitar 8,51 persen. Atau Rp 1,954 juta. “Usulan kenaikan itu, salah satunya berdasar laju inflasi yang ditetapkan Pemprov Jatim,” ujar Agus sembari menyebut besaran inflasi jadi rujukan kenaikan UMK tahun depan. 

          Lebih jauh Agus menegaskan, kenaikan sebesar 8,51 persen itu baru sekadar prediksi. “Itu baru prediksi. Masih belum final,” lanjut pria bertubuh tinggi itu.

          Dikatakan Agus, saat ini disnakerkop UM dan Dewan Pengupahan Kabupaten (DPK), masih merumuskan nilai kualitas hidup layak (KHL) untuk orang yang belum menikah. Yaitu, dengan melakukan survei harga ke sejumlah pasar tradisional.

          Tim, tutur Agus, akan mencatat sejumlah harga kebutuhan pokok dan kebutuhan masyarakat lainnya. Tidak hanya dilakukan di satu pasar, tim akan melakukan survei ke beberapa pasar tradisional agar nilai yang didapat bisa merepresentasikan harga riil di lapangan. “Kami survei secara acak. Tidak hanya datang sekali, tapi dua kali,” terangnya.

Agus menjelaskan, tim juga mendata beberapa harga lainnya. Mulai kebutuhan rumah, sandang, pendidikan, hingga dana yang dibutuhkan untuk rekreasi juga masuk rumusan. Hasil survei harga itu nantinya akan dikompilasi sesuai rumus, untuk menentukan KHL. “Dari KHL nanti akan ditentukan berapa usulan UMK pastinya,” tandas Agus.

Untuk diketahui, hingga kemarin tim sudah mendatangi tiga pasar tradisional. Yaitu, pasar Bagor, Berbek dan Warujayeng. Selain tiga pasar tersebut, rencananya masih ada beberapa pasar yang akan didatangi.

Agus berharap kenaikan UMK di Nganjuk tidak terlalu rendah, dan juga tidak terlalu tinggi. “Agar tidak ada kegaduhan antara pekerja dan pengusaha,” imbuhnya.

Untuk diketahui, tahun ini UMK Kabupaten Nganjuk senilai Rp 1.801.406. Jumlah itu naik Rp 140,966 ribu dibanding UMK 2018 lalu. Yaitu, sebesar Rp 1.660.440.

Jika UMK senilai Rp 1,954 juta itu nantinya benar-benar diusulkan ke Pemprov Jatim oleh Disnakerkop UM, berarti kenaikannya sebesar Rp 153 ribu. Belajar dari penetapan UMK 2019, gubernur bisa saja menetapkan nilai yang lebih besar dari usulan daerah. (rq/ut)

UMK Nganjuk

Tahun                            Nilai

2016                     Rp 1,411 juta

2017                     Rp 1,527 juta

2018                     Rp 1,660 juta

2019                     Rp 1,801 juta

2020                     Rp 1,954 juta (prediksi)

Sekadar diketahui, pada tahun 2018 lalu kenaikan UMK di Nganjuk mencapai 8.48 persen dari angka Rp 1.660.440 menjadi Rp 1.801.406. Waktu itu, kenaikan UMK itu lebih tinggi dari usulan Dewan Pengupahan Kabupaten (DPK) yang tahun 2018 lalu hanya mengusulkan 8,03 persen kenaikan UMK untuk tahun 2019.(rq)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia