Minggu, 19 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Tangkap Pelaku Pengeroyokan di Sawahan

Polisi Berencana Lakukan Diversi

26 Oktober 2019, 14: 23: 42 WIB | editor : Adi Nugroho

Keroyok

UNGKAP KASUS: Kasatreskrim Iptu Nikolas memeriksa berkas pengeroyokan dua remaja di Desa Ngliman, Sawahan (13/10). (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

SAWAHAN, JP Radar Nganjuk-Satreskrim Polres Nganjuk berhasil menangkap lima orang pelaku pengeroyokan terhadap Mus, 17, dan Bar, 17, di Desa Ngliman, Sawahan, pada Minggu (13/10) lalu. Rupanya, para pelaku yang diamankan pada Kamis (24/10) lalu itu, semuanya warga Sawahan dan masih berstatus anak-anak.

Lima pelaku pengeroyokan yang dibekuk polisi adalah JAM, WTF, MAJ, MK, dan GMK. Semua pelaku masih berumur di bawah 17 tahun. “Mereka kami tangkap berdasar pengembangan yang dilakukan anggota,” ujar Kasatreskrim Polres Nganjuk Iptu Nikolas Bagas Yudhi Kurniawan sembari menyebut masih ada dua pelaku lainnya yang buron.

Sebelumnya, menurut Nikolas anggotanya sudah memeriksa beberapa saksi. Dari sana, polisi mendapati petunjuk yang mengarah kepada para pelaku. Dari lima pemuda yang ditangkap, masing-masing punya peran berbeda. Ada yang memukul, ada pula yang menendang korban.

Rata-rata memukul dan menendang Mus dan Bar, satu hingga dua kali. Hanya GMK yang paling banyak melakukan pemukulan. “Dia memukul badan korban lima kali, menendang perut sekali. Dia juga merampas kaus korban,” lanjut lulusan Akademi Kepolisian 2013 lalu itu.

Sementara itu, meski status para pelaku masih anak-anak, menurut Niko proses hukum terhadap para pelaku masih akan tetap berjalan. Mereka dikenakan wajib lapor selama dua kali seminggu. “Harus dengan pendampingan orang tuanya juga,” tandas pria asli Kota Gudeg tersebut.

Ke depannya, Nikolas menegaskan akan melakukan diversi terhadap para pelaku. Sebab, usia mereka masih di bawah umur. Dengan opsi diversi, penyelesaian kasus pengeroyokan itu akan dilakukan di luar peradilan.

          Bagaimana dengan dua pelaku yang belum tertangkap? Ditanya demikian Nikolas berujar, satreskrim akan tetap mengejar mereka. “Kami menduga mereka masih ada di dalam kota,” urai Nikolas.

Nikolas menjelaskan, dua pelaku yang masih buron memiliki peran sentral. Diduga, ponsel korban yang dirampas para pelaku pengeroyokan dibawa oleh salah satu pelaku. Karenanya, polisi hanya menjadikan kotak pembungkus sebagai barang bukti.

Seperti diberitakan, Mus dan Bar dikeroyok oleh gerombolan orang tak dikenal usai berwisata di air terjun Sedudo, di Desa Ngliman, Sawahan, Minggu (13/10). Tak hanya babak belur, telepon genggam dan dompet mereka juga dirampas.

Kejadian bermula saat dua warga Desa Sumberwindu, Berbek itu hendak pulang dan melewati Desa Ngliman, Sawahan. Tak hanya berdua saja, ada empat remaja lagi yang berwisata dengan mereka. Masing-masing berboncengan mengendarai sepeda motor. Kasus pengeroyokan itu diduga akibat sentimen antardua kelompok perguruan bela diri ternama di Nganjuk. Bahkan, perampasan kaos dilakukan lantaran korban menggunakan atribut perguruan lainnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia