Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
PERSIK KEDIRI
Persik 1 vs 1 Persedikab

Derby Kediri: Persedikab Tahan Imbang Persik

26 Oktober 2019, 14: 12: 03 WIB | editor : Adi Nugroho

persik vs persedikab

SENGIT: Pemain Persedikab berebut bola dengan pemain Persik dalam pertandingan laga uji coba di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, sore kemarin. Skor hasil pertandingan ini bertahan imbang 1-1. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Persik Kediri terancam kehilangan dua pemain andalannya saat berlaga di babak 8 besar Liga 2 Indonesia pertengahan bulan depan. Pasalnya, Septian Satria Bagaskara dan Dodi Alexvan Djin dipanggil ke Timnas U-23.

Padahal, kehadiran Bagas dan Alex sangat dibutuhkan Pelatih Budiardjo Thalib. Selama penyisihan grup timur, kedua pemaian muda itu selalu tampil sebagai pemain inti. “Kita kewalahan ketika Bagas dan Alex absen,” kata Budiardjo, kemarin.

Budi mengungkapkan, kehilangan Bagas di lini depan sangat riskan bagi skuad Persik. Apalagi pemain nomor punggung 10 itu kini menjadi top scorer Persik dengan torehan 9 gol. “Kami sulit menutup posisi Bagas di depan,” ungkap pria asal Makassar ini.

persik kediri uji coba

MEMANAS: Sempat terjadi gesekan antarpemain saat Persik vs Persedikab. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Sedangkan posisi yang ditinggalkan Alex di lini belakang, menurut Budi, masih dilapis oleh pemain lain. Meski demikian, keduanya adalah pemain penting bagi tim.

Atas persolan itu, Budi berharap, PSSI melalui pelatih timas U-23 Indra Sjafri memberikan izin saat Persik berlaga di babak 8 besar. Untuk itu, manajemen akan menyampaikan surat ke PSSI terkait permohonan tersebut. “Mudah-mudahan diberikan izin,” terangnya.

Seperti diketahui, delapan besar Liga 2 akan berlangsung pada 15-23 November 2019. Dengan sistem home tournament, laga digelar di tempat netral di Stadion Jakabaring, Palembang. Persik tergabung di grup B bersama Persita Tangerang, Martapura FC dan PSMS Medan. Sementara timnas U-23 akan berlaga di SEA Games yang dimulai pada 26 November 2019.

Ketidakhadiran Bagas di lini serang terlihat tumpul saat Persik melawan tim saudara muda, Persedikab, di laga uji coba di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, kemarin. Meski unggul dalam penguasaan bola, Faris Aditama dkk kesulitan mencetak gol ke gawang tim berjuluk Bleduk Kelud itu.

Persik sempat unggul dulu lewat titik putih yang dieksekusi Galih Akbar di babak pertama. Namun menjelang turun minum, Muhammad Khanafi sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol tersebut memanfaatkan blunder yang dibuat Kiper Persik Junaidi.

Sampai peluit panjang dibunyikan, skor tidak berubah. Budi mengaku, meski bermain di Liga 3 Indonesia, Persedikab merupakan tim yang bagus. Secara organisasi, Yayan Andi Triyanto dkk sangat kuat. “Mereka begitu bersemangat melawan kami,” paparnya.

Namun Budi tidak mengejar hasil akhir di laga kemarin. Dia hanya ingin membentuk organisasi permainan, koletivitas tim, dan serangan balik. “Setelah sempat libur, kami perlu bentuk lagi,” urainya.

Sementara itu, Pelatih Persedikab Muslim Habibie mengaku, bangga bisa menahan Persik yang notabene klub Liga 2. Akan tetapi, dari uji coba kemarin, dia masih perlu melakukan banyak evaluasi. Terutama antisipasi bola-bola set piece.

“Kami sering kebobolan dari bola mati. Hari ini (kemarin, Red) terbukti gawang kami bobol dari tendangan penalti,” terang pelatih muda ini.

Di Liga 3 PSSI Jatim, Persedikab menjadi pemuncak klasemen akhir Grup C.  Dari delapan laga, mereka menyapu bersih poin. Tim kebanggaan Kabupaten Kediri ini lolos ke babak 16 besar Jatim.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia