Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Rasa Asam Manis, Stok Mangga Podang Melimpah

26 Oktober 2019, 13: 59: 27 WIB | editor : Adi Nugroho

mangga podang

KHAS WILIS: Penjual mangga podang menjajakan buah khas dari pegunungan Wilis ini ditepi jalan Desa/Kecamatan Banyakan, kemarin. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Akhir musim kemarau menjadi berkah bagi masyarakat di lereng Gunung Wilis. Sebab, warga terutama petani mangga podang mulai kebanjiran produksi buah khas Kabupaten Kediri ini.

Sebagian besar masyarakat di lereng dan kaki Gunung Wilis sisi timur memang memiliki pohon mangga jenis ini. Tak ayal jika memasuki panen pada bulan ini, penjual mangga podang semakin membeludak.

Terutama di areal Pasar Buah Banyakan. Di sana menjadi sentra komoditas satu ini. Tentu saja hal tersebut membuat warga mendapat berkah dengan peluang usaha berjualan mangga podang.

“Alhamdulillah kalau musim seperti ini keuntungan penjualan meningkat,” kata Rofiatul, salah satu pedagang yang berjualan di tepi Jalan Raya Kediri Nganjuk, tepatnya di Desa Banyakan, saat ditemui Jawa Pos Radar Kediri.

Ia mengaku, bulan ini keuntungan jualan mangga podang bisa lebih dari dua kali lipat dibanding hari biasa. Hal itu karena stok mangga yang menjadi idaman banyak orang ini cukup melimpah. Sehingga membuat harga di pasaran cenderung bersaing.

“Ya kalau yang jualan banyak, orang-orang dari luar kota juga banyak yang ke sini untuk membeli,” ungkapnya.

Agustina, pedagang mangga perempuan asal Desa Banyakan, juga mengaku bulan ini banyak pembeli yang mampir di lapaknya. Apalagi saat hari-hari libur, omzet yang didapatkan ibu dua anak ini semakin meningkat. “Kalau Sabtu atau Minggu per hari bisa dapat Rp 1,5 juta,” urainya.

Konsumen yang singgah di lapaknya tak hanya warga Kabupaten Kediri. Namun, rata-rata justru dari luar kota, seperti Nganjuk, Madiun, dan Jombang. Ada juga yang dari Jawa Tengah. Agustina menyebut, karena daerah sentra mangga podang tentu hal itu menjadi daya tarik masyarakat untuk menjadi jujukan jika datang ke Kabupaten Kediri.

Selain mangga podang, Agustina juga berjualan mangga jenis lain seperti manalagi dan mangga madu. Di musim panen seperti saat ini, harga mangga podang cukup terjangkau. Satu kilogramnya rata-rata dihargai Rp 10 ribu. Sementara di hari biasa jika tidak masuk masa panen, satu kilogram bisa mencapai Rp 30 ribu. “Panen raya biasanya November,” imbuhnya.

Daerah penghasil mangga podang di Kabupaten Kediri ini adalah di Kecamatan Tarokan, beberapa desa di Kecamatan Grogol, Banyakan, Semen dan Mojo. Namun yang paling banyak berada di Goliman dan Desa Kalipang.

Mangga dengan ciri khas warna kuning kemerahan ini menjadi daya tarik warga, salah satunya karena dari rasa. Hal ini diungkapkan Diana, pembeli asal Nganjuk. Dia menyebut bahwa rasa mangga podang sangat berbeda dengan mangga jenis lain. “Manis bercampur sedikit asam, itu yang berbeda,” tuturnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia