Selasa, 21 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Kejadian Letusan Balon di Puncu: Yayasan Siap Beri Bantuan

24 Oktober 2019, 14: 49: 02 WIB | editor : Adi Nugroho

balon meledak

TANDA SEPAKAT: Perwakilan keluarga korban letusan balon menandatangani bantuan dana kompensasi dari Yayasan Pendidikan Al- Ma’arif NU Kabupaten Malang. (Dwiyan - radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Kabar melegakan menyelimuti keluarga korban insiden meledaknya balon dalam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2019 di RPH Manggis, Kecamatan Puncu (22/10). Itu setelah Yayasan Pendidikan Al-Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Malang bersedia memberikan bantuan dana kompensasi.

Nantinya, setiap keluarga korban akan menerima masing-masing sekitar Rp 5 juta. Uang itu berasal dari Pengurus Cabang (PC) NU Kabupaten Malang. “Kami akan segera memberikan hak kompensasi itu kepada keluarga korban. Total kami akan membagikan untuk delapan korban,” ungkap Panitia Hari Santri Yayasan Pendidikan Al-Ma’arif NU Singosari Abdul Khodir Hamid.

Petaka Balon Meletus di Puncu

Petaka Balon Meletus di Puncu (radarkediri.id)

Menurut dia, pihaknya telah menyiapkan bantuan kompensasi sebesar Rp 40 juta. Rinciannya, dana tersebut akan dibagikan kepada lima keluarga korban yang merupakan warga Desa Manggis, Kecamatan Puncu dan tiga korban dari Desa Sidomulyo, Kecamatan Puncu.

Lebih lanjut, Hamid mengatakan, dana tersebut setidaknya bisa membantu klaim perawatan para korban. Sebab, imbas terkena ledakan balon itu mereka mengalami luka bakar. Sehingga harus dilakukan operasi kulit pada sebagian tubuhnya.

Bahkan, kebanyakan korban mengalami luka bakar pada sekujur tubuhnya.

“Ini murni musibah, kami juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Jumlah besaran kompensasi ini, menurut Hamid –sapaan akrab Abdul Khodir Hamid –memang telah mendapatkan kesepakatan antar kedua belah pihak. Baik keluarga korban maupun perwakilan dari Yayasan Pendidikan Al- Ma’arif NU Kabupaten Malang.

Hamid menambahkan, beberapa anggota keluarga korban juga telah menerima atas kejadian ini. “Kami mengapresiasi para keluarga korban yang mengalami kejadian ini. Namanya musibah, jadi kami tidak bisa memprediksi,” papar pria yang juga menjabat Wakil Ketua PC NU Kabupaten Malang ini.

Sementara itu, Kasi Pelayanan Masyarakat Desa Manggis Sunardi mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi iktikad baik dari perwakilan Yayasan Pendidikan Al-Ma’arif yang bersedia melakukan rekonsiliasi dengan beberapa perwakilan keluarga korban.

Dalam kesempatan tersebut, menurutnya, keluarga korban telah menerima kejadian itu sebagai musibah. “Jadi memang tidak ada keluarga korban yang menentang ataupun tidak terima,” terangnya.

Sunardi menegaskan, dari pembagian kompensasi tersebut, lima korban yang berasal dari Desa Manggis telah bersepakat. Mereka telah melakukan penandatangan dengan pihak yayasan.

Lima korban tersebut adalah Juwanto, 34, Winarko, 37, Sutikno, 40, Zaki,10, dan Mukidi, 48. “Kelima orang tersebut merupakan warga kami. Hingga saat ini (kemarin) korban masih di rawat di RSUD Pelem Pare dan HVA Pare,” tandasnya. 

Secara terpisah, Kanitreskrim Polsek Puncu Aiptu Anang Subiantoro mengungkapkan, pihaknya beserta jajarannya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Menurutnya, dalam pemeriksaan tersebut tidak ditemukan tanda-tanda kesengajaan. “Kejadian ini murni karena musibah,” ungkapnya.

Berdasarkan pemeriksaan dan keterangan beberapa saksi di TKP, Anang mengungkapkan, saat kejadian itu memang dalam kondisi spontanitas. Bahkan, dalam kejadian tersebut tidak ada kejanggalan dalam keterangan beberapa saksi mata.

“Setelah kami periksa beberapa saksi, memang saat itu puluhan warga berebut balon,” ujar pria kelahiran Kabupaten Madiun ini.

Saat dilakukan olah TKP, Anang menambahkan, petugas juga menemukan barang bukti (BB) berupa satu buah korek api gas yang tertinggal di lokasi. “Sesuai prediksi awal, mungkin beberapa warga yang berebut balon memutuskan tali balon menggunakan korek api itu dan kemudian tersulut dengan balon yang berisi gas karbit tersebut,” pungkasnya.  

 

 

Pascainsiden Balon Meletus di Manggis, Puncu

-         Yayasan Pendidikan Al- Ma’arif NU Kabupaten Malang temui keluarga korban

-         Yayasan bersedia memberikan bantuan dana kompensasi.

-         Setiap keluarga korban akan menerima bantuan Rp 5 juta

-         Total penerima bantuan kompensasi delapan orang dari Desa Manggis dan Sidomulyo, Kecamatan Puncu

-         Yayasan dan keluarga korban telah teken kesepakatan bahwa kejadian tersebut adalah musibah

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia