Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Duaarrr! Lima Orang Terbakar saat Letuskan Balon Udara

Berharap Uang Ternyata...

23 Oktober 2019, 18: 53: 51 WIB | editor : Adi Nugroho

balon meledak

SISA PETAKA: Anggota Tagana Kabupaten Kediri Bambang menunjukkan tulisan dari balon yang meletus (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Cerita nestapa muncul dari Desa Manggis, Kecamatan Puncu, saat peringatan Hari Santri Nasional (HSN) kemarin (22/10). Keguyuban warga yang melaksanakan kerja bakti membangun pondasi musala berubah jadi kengerian. Delapan orang terkena ledakan balon yang mengusung banner peringatan hari santri. Lima di antaranya harus dilarikan ke rumah sakit karena luka bakar serius.

Delapan korban itu lima di antaranya adalah warga Desa Manggis. Sedangkan tiga orang lainnya warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Puncu. Salah satunya juga masih bocah. Yaitu Zaki, 10. Bocah kelas 3 SD itu mengalami luka bakar di tangan dan wajahnya. Kondisinya tidak terlalu parah bila dibandingkan dengan korban lain. Zaki bahkan sempat mandi terlebih dulu sebelum dilarikan ke rumah sakit.

Empat korban lain dari Desa Manggis adalah Juwanto, 34; Winarko, 37; Sutikno, 40; dan Mukidi, 48. Rata-rata mengalami luka bakar di tangan dan wajah. Hingga kemarin mereka masih dirawat di RSUD Pare. Juwanto hingga tadi malam masih dirawat di instalasi gawat darurat (IGD). Sementara, tiga korban lagi yang warga Desa Sidomulyo belum diketahui kondisinya.

Petaka Balon Meletus di Puncu

Petaka Balon Meletus di Puncu (radarkediri.id)

Lalu, mengapa para warga itu terkena letusan balon hingga luka-luka seperti itu? Awalnya mereka penasaran dengan adanya balon pengusung banner HSN yang mulai terbang rendah karena kehabisan gas. Warga berebut menarik puluhan balon yang menjadi dua ikat itu karena mengira ada uang di dalamnya.

“Katanya, biasanya, kalau balon diterbangkan seperti itu (di dalamnya) ada uangnya,” terang Kasi Humas Polsek Puncu Aiptu Jiwo Santoso.

Menurut keterangan Aiptu Jiwo, kala kejadian, sekitar pukul 11.00, warga desa berkumpul melakukan kerja bakti membangun musala. Saat itulah ada warga yang melihat kumpulan balon itu mulai merendah. Dan itu menarik perhatian

“Tidak hanya warga sekitar, bahkan warga yang sedang melintas berhenti dan ikut merebutkan balon,” imbuh Santoso.

Saat berebut itulah tiba-tiba terdengar suara ledakan. Disusul  teriakan histeris dari kerumunan warga. Tak hanya ledakan, kobaran api pun menyusul.

“Dari keterangan saksi, ketika sedang meletuskan balon ada warga yang sedang membawa rokok dalam keadaan menyala,” kata Santoso lagi.

Sepertinya, balon yang warnanya ada yang hijau dan ada yang putih itu meletus setelah tepercik api rokok. Kemudian gasnya terbakar dan menjilati warga yang berkerumun.

Dengan keadaan panik, warga langsung berhamburan menyalamatkan diri. Namun, sebagian tak sempat menghindar. Apalagi letusan balon itu juga menyebabkan yang lain meletus. Apinya pun sudah telanjur menyambar delapan orang yang berada paling dekat.

Setelah menolong para korban dan melarikan ke rumah sakit, warga kemudian memeletuskan balon yang tersisa. Namun, kali ini dari jarak jauh. Gerombolan balon yang masih tersangkut di pohon itu ditembak dengan senapan angin dari bawah.

“Karena takutnya meledak ketika diambil. Untuk sisanya yang tergantung di pohon dihancurkan warga dengan menggunakan senapan angin,” terang Santoso.

Sisa letusan balon berikut banner bertuliskan peringatan hari santri dibawa polisi untuk barang bukti. Selain tulisan itu, ada logo dari Yayasan Pendidikan Al Maarif Singasari (Kabupaten Malang). 

 

Petaka Balon saat Hari Santri

-         Warga Desa Manggis berkumpul melakukan kerja bakti mendirikan pondasi untuk musala.

-         Ada warga yang melihat kumpulan balon terbang merendah menuju ke arah mereka. Warga kemudian berusaha meraih satu kelompok balon yang hampir menyentuh tanah.

-         Warga mengira di dalam balon itu berisi uang. Karena itu mereka berusaha meletuskan. Saat meletuskan salah satu balon itu tiba-tiba terjadi ledakan.

-         Ledakan satu balon itu disusul meletusnya beberapa balon yang lain. Api juga sempat muncul dan membakar delapan warga.

-         Lima korban dilarikan ke rumah sakit. Satu orang masih berada di IGD hingga tadi malam.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia