Selasa, 19 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Events

Germas Award 2019: Ibu-Ibu Kampanye Anti-Minuman Keras

23 Oktober 2019, 18: 41: 19 WIB | editor : Adi Nugroho

germas award 2019

GERAK: Juri Germas Award diajak melakukan senam Maumere di halaman Kantor Kelurahan Ringinanom, kemarin. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Kepedulian kantor-kantor kelurahan terhadap Gerakan Masyarakat untuk Hidup Sehat (Germas) cukup bagus. Mereka memiliki banyak program yang menarik untuk menjaga kesehatan warga dan para pegawai.

Di Kelurahan Ringinanom, Kecamatan Kota, misalnya. Lurah David Hendra mengaku memiliki banyak program germas. Salah satunya olahraga rutin setiap pekan. Di hari Jumat, mereka mengadakan senam bersama warga sekitar kantor kelurahan. “Kami juga punya tim voli dan futsal,” akunya kepada tim juri Germas Award 2019.

Pernyataan David bukan isapan jempol belaka. Mereka mampu membuktikannya. Tim juri yang terdiri dari Jawa Pos Radar Kediri, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri, dan Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Strada Kediri langsung diajak senam sesaat tiba di kantor kelurahan. Dipandu seorang instruktur, gerakan yang dilakukan adalah senam Maumere.

David mengatakan, staf kelurahan sudah hafal di luar kepala gerakan senam tersebut. Sebab, hampir setiap pekan mereka melakukannya. “Itu aktivitas fisik di kelurahan dalam mendukung program germas,” katanya.

Tidak hanya aktivitas fisik. Lanjut David, setidaknya ada sembilan program germas di Kelurahan Ringinanom. Untuk kesehatan mental, mereka memiliki kegiatan keagamaan. Baik yang beragama Islam maupun nonmuslim. “Kami ada pendampingan ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) juga,” lanjutnya.

Program lain adalah mendorong konsumsi makanan sehat. Wujudnya, menggalakkan penanaman tanaman organik secara hidroponik. Juga sosialisasi cara memasak yang higienis dan berkualitas.

Untuk mendorong konsumsi makanan sehat itu, David menamakan programnya ‘Vario’. Artinya, variatif dan organik. “Warga dianjurkan untuk mengonsumsi menu yang variatif dan berbahan organik,” terang David.

Itu juga berlaku bagi staf kelurahan yang membawa bekal makanan ke kantor. “Sayur dan buah harus ada,” sambungnya seraya menambahkan bahwa karyawan dilarang merokok di dalam ruangan. Makanya tak boleh ada asbak di sana.

Bagaimana jika ada yang sakit? Warga bisa memanfaatkan tanaman herbal yang ditanam di pekarangan rumah. Memang ada anjuran untuk menanam tanaman obat keluarga (toga). Sebulan sekali, ada pula kunjungan kader kesehatan ke rumah warga untuk pemeriksaan kesehatan. “Yang paling sering adalah pengecekan tensi darah,” jelas David.

Untuk kebersihan lingkungan, kelurahan punya kegiatan penghijauan dan kerja bakti di sekitar tempat tinggal. Dinding-dinding gang sempit yang menjadi tempat tinggal banyak warga juga dipercantik dengan mural.

Selain itu, penggunaan sampah plastik mulai dikurangi. Konsumsi rapat diupayakan sebisa mungkin menghindari bungkus plastik. “Air mineral dalam kemasan plastik kami ganti dengan gelas,” ungkap David.

Selain ke Ringinanom, kemarin juri juga melakukan penilaian di Kelurahan Dandangan, Kecamatan Kota serta Kelurahan Dermo, Kecamatan Mojoroto. Di Dandangan, aparaturnya lebih fokus melakukan tindakan promotif dan sosialisasi. Terutama, yang paling gencar adalah kampanye imbauan agar tidak minum minuman keras. “Jadi, ada ibu-ibu yang menempel larangan tersebut di sekitar tempat tinggal,” ujar Lurah Suparno.

Imbauan itu disampaikan bukan tanpa alasan. Dia mengakui kerap menemui warga yang mabuk-mabukan. Makanya, selain ditempel di sekitar rumah, kelurahan juga memasang spanduk di tepi jalan. “Isinya soal larangan minum miras,” tandasnya.

Agar lebih massif, lanjut dia, kelurahan sudah membentuk relawan kesehatan. Tugasnya memberikan sosialisasi di lingkungan tentang masalah kesehatan. Saat ini, ada 35 orang relawan yang dimiliki.

Adapun di Kelurahan Dermo, pelaksanaan germas yang menonjol adalah perbaikan sanitasi. Tahun ini, menurut Lurah Ahmad Zainudin, dilakukan rehab bangunan mandi cuci kakus (MCK) untuk umum. Anggarannya dari kelurahan. “Sebelumnya sudah ada MCK. Tapi, karena kurang layak, kami perbaiki bangunannya,” ujarnya.

Dia mengatakan, ada beberapa MCK umum yang diperbaiki. Salah satunya di dekat lapangan sepak bola Kelurahan Dermo. MCK tersebut baru bisa dipakai ketika ada kegiatan di lapangan.

Lainnya di dekat permukiman. Yang pertama, di dekat punden desa. Yang kedua, di bantaran sungai. “Warga bisa memanfaatkan MCK-MCK yang kami bangun,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia