Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Kasus Balon Meledak di Puncu: Pak RT-nya Tengkurap, Pingsan

23 Oktober 2019, 18: 37: 24 WIB | editor : Adi Nugroho

balon meledak

BARANG BUKTI: Anggota Tagana Kabupaten Kediri Bambang menunjukkan sisa balon yang meletus. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

Ketika ledakan terjadi di siang hari itu, warga sontak heboh. Tapi, mereka yang tidak di dekat kejadian, tak mengira suara letusan itu dari balon. Mereka mengira suara menggelegar itu datang dari ban yang meledak.

“Awalnya saya kira ada apa, orang-orang pada lari,” terang Katemi, warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Saat itu Katemi berada di dalam rumahnya. Dia kemudian mendengar teriakan beberapa anak kecil yang hendak mengejar balon yang terbang dari arah timur tersebut. Mendengar hal itu, Katemi penasaran dan keluar rumah.

balon meledak

SISA: Balon yang masih di pohon. (Didin Saputro - radarkediri.id)

“Balon semakin turun dan menyangkut di pohon. Sama orang-orang disinggek (diraih dengan galah,  Red),” terangnya.

Menurut Katemi, total ada dua ikat balon. Masing-masing berisi sekitar dua puluhan balon. Salah satunya itulah yang diperebutkan beberapa anak-anak dan orang dewasa. Tak berselang lama kemudian balon itu meletus.

“Yang rebutan terbaring, ada yang tengkurap,” ceritanya sembari menunjuk lokasi kejadian.

Nah, setelah letusan itu, banyak warga yang mendekat. Mereka ada yang mengira ledakan ban. Ada juga yang mengira ledakan tabung elpiji. Katemi menyebut, setelah satu ikat balon meletus, satu lagi terbang dan menyangkut di pohon sengon.

“Awalnya mereka tidak apa-apa. Ada yang sempat mandi juga, anak-anak. Tapi dilarang oleh kakaknya. Ada juga Pak RT yang sampai pingsan,” ungkap nenek-nenek ini.

Memang, dari pantauan di lokasi, titik meletusnya balon yang mengakibatkan 8 orang luka bakar itu tak terlalu jauh dari rumah warga. Sekitar 100 meter dari jalan utama di Dusun Manggis. Lokasinya berada di kawasan hutan produksi petak 60D Perhutani RPH Manggis, BKPH Pare, KPH Kediri.

Di titik kejadian yang merupakan bekas panenan nanas tersebut, masih ada sisa kebakaran kecil. Dikelilingi dengan pecahan balon warna hijau dan putih yang berjumlah puluhan.

Sementara satu gerombol balon yang berasal dari salah satu yayasan di Singosari, Kabupaten Malang itu berada di titik yang tak jauh dari lokasi ledakan. Yakni sekitar 50 meter ke arah barat. Tepatnya di atas pohon sengon. Hanya saja, kondisi puluhan balon itu sudah kempes.

Sementara bukti lain, adalah tulisan hari santri yang saat ini berada di rumah kepala dusun setempat. Pada rangkaian tulisan dengan huruf yang terpisah itu terdapat logo Yayasan Pendidikan Al Maarif Singosari. Termasuk juga terdapat logo hari santri 22 Oktober 2019.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia